Kerja Tahun Kota Medan Mulai Diwacanakan

3
166

alexander firdaustalexander firdaust 20ALEXANDER FIRDAUST. MEDAN. Mengingat Kota Medan adalah bagian daerah ulayat Karo yang didirikan oleh seorang putra Karo, Guru Patimpus Sembiring Pelawi, maka pelaksanaan Kerja Tahun di kota terbesar ke tiga di Indonesia ini dirasa penting untuk diwacanakan. Kerja Tahun adalah salah satu tradisi pesta tahunan yang diselenggarakan seluruh masyarakat Karo secara turun temurun semenjak zaman nenek moyang.

Dalam pelaksanaannya, Kerja Tahun dilakukan dengan waktu yang berbeda-beda antara masing-masing daerah ulayat Karo. Ada Kerja Tahun Merdang Merdem (Musim tanam padi ladang), Kerja Tahun Erbunga Benih (saat padi ladang sedang musim bunting), dan Kerja Tahun Rani (saat musim panen padi ladang).

Wacana pelaksanaan Kerja Tahun di Kota Medan diungkapkan oleh Pimred Sora Sirulo Ita Apulina Tarigan di Medan [Senin 6/1]. Menurutnya, Kerja Tahun di Medan perlu dilaksanakan sebagai refleksi sejarah bahwa Kota Medan didirikan oleh seorang Guru Patimpus yang merupakan orang Karo.

“Mengingat Medan merupakan kota yang didirikan oleh seorang dari suku Karo, selayaknya di kota ini diadakan Kerja Tahun seperti halnya yang dilakukan oleh masyarakat Karo di wilayah-wilayah ulayat Karo lainnya,” ujar Ita Apulina.

Lebih lanjut Ita Apulina menyatakan, pelaksanaan Kerja Tahun Medan hendaknya dilaksanakan berbarengan dengan perayaan HUT Kota Medan yang jatuh pada tanggal 1 Juli setiap tahunnya. Hal itu dimaksudkan agar pelaksanaan Kerja Tahun tersebut dapat sejalan dengan refleksi sejarah Kota Medan yang didirikan oleh Guru Patimpus Sembiring Pelawi.

“Agar pelaksanaan Kerja Tahun Kota Medan sesuai dengan refleksi sejarah berdirinya kota Medan, sehingga pelaksanaan Kerja Tahun juga hendaknya dapat dilaksanakan setiap tanggal 1 Juli setiap tahunnya,” ujar Ita Apulina menambahkan.

3 COMMENTS

  1. Ide dan gagasan yang menarik karena punya arti sejarah dan berkaitan dengan tradisi ‘terima kasih’ Karo kepada alam yang setiap tahun memberikan mereka panen ‘buah nggala’ penyangga kelanjutan hidup. Bagi pejabat/penguasa kota Medan yang turut hadir akan mendapatkan kesan tradisional yang menggembirakan, kebersamaan dan persahabatan dari rakyat Karo yang bermukim sekitar Medan maupun perantau Karo yang datang atau pulang disaat saat kerja tahun. Di pesta ini juga bisa diperkenalkan berbagai kuliner Karo, sehingga dari segi ekonomi juga semarak, menirukan pesta-pesta kota di berbagai negeri eropah yang berlangsung beberapa hari.

    ide – aksi – gagal
    ide – aksi – sukses

    MUG

Leave a Reply