Resolusi Kesehatan Jiwa di Tahun yang Baru

1
137

lahargo 10Oleh: Dr. Lahargo Kembaren SpKJ (Psikiater RS Jiwa Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor)

 

 

Tahun baru adalah kesempatan membuat resolusi, rencana untuk kehidupan yang lebih baik. Resolusi tidak hanya memfokus pada berat badan, kesehatan secara umum, pekerjaan, jodoh atau juga keuangan. Tapi, adalah juga kesempatan untuk membentuk kepribadian, karakter, dan sifat menjadi lebih baik lagi sehingga kita menjadi pribadi yang lebih efektif dan menyenangkan. Apa-apa saja yang bisa dijadikan resolusi untuk hal kesehatan jiwa di tahun yang baru ini?

Mari kita simak bersama-sama.

  1. Saya akan memperlakukan diri saya dengan penuh penghargaan dan berkata hal yang baik tentang diri saya.
  2. Saya akan terus berusaha agar tetap sehat jiwa dengan berbagai cara yang bisa saya lakukan.
  3. Saya akan berusaha rajin berolahraga karena mereka yang sering berolahraga akan lebih baik kesehatan jiwanya.
  4. Saya akan bertindak responsif  dan bukan reaktif. Kita kadang-kadang merasa bahwa perilaku dan sikap orang lain yang menyebabkan kita menjadi marah, emosi, dan bertindak sesuatu yang negatif. Tidak! Kita lah yang menentukan apa yang akan kita lakukan dan rasakan. Ini yang disebut responsif.
  5. Saya akan terus belajar untuk rileks dan menikmati hidup. Terkadang, dalam hidup yang terlalu sibuk ini, kita lupa melakukan sesuatu untuk diri kita sendiri. (“me time”). Coba untuk menemukan aktivitas yang menyenangkan dalam hidup seperti fotografi, seni, koleksi, memasak, dll.
  6. Saya tidak akan melabel diri saya dengan sebutan-sebutan yang negatif seperti : “Saya bodoh”, “Saya memang pencemas”, dll. Hal-hal itu tidak membawa kebaikan bagi jiwa saya.
  7. Saya akan bersikap tenang terhadap hal apapun juga. Dengan bersikap tenang saya akan menemukan cara/ solusi dan menghadapi setiap problema hidup yang saya alami.
  8. Saya akan terus berusaha melakukan hal yang baik pada orang lain seperti saya juga ingin diperlakukan demikian.

Resolusi kesehatan jiwa seperti di atas akan membawa kita pada sikap mental yang baik dalam menghadapi hidup sehingga kita dapat lebih produktif dalam hidup ini.

No health without mental health !

1 COMMENT

  1. Artikel Dr LK ini selain enak dibaca, juga sangat meberikan pencerahan soal kehidupan dan bagaimana emenghadapi kehidupan, persoalan sehari-hari yang sering menggangu pikiran dan sikap kita. Dengan membaca dan berusaha memahami penjelasan ampuh Dr LK, kita jadi melihat jalan keluar yang sangat meyakinkan.

    “Saya akan bertindak responsif dan bukan reaktif. Kita kadang-kadang merasa bahwa perilaku dan sikap orang lain yang menyebabkan kita menjadi marah, emosi, dan bertindak sesuatu yang negatif. Tidak! Kita lah yang menentukan apa yang akan kita lakukan dan rasakan. Ini yang disebut responsif.”

    Kita jadi marah, emosi, dan bertindak negatif (hal-hal yang setiap hari kita hadapi) dan setiap kalinya juga adalah karena pengaruh luar atau orang lain. Tapi sungguh betul memang kata Dr LK, bahwa perbuatan atau kata-kata orang lain itu terhadap kita, dan apa reaksi atau respon kita, atau bagaimana sikap kita terhadap ‘penghinaan’ itu, sepenuhnya kita sendirilah yang menentukan, bukan orang lain itu. Di dunia barat sering juga saya dengar ini dengan istilah ATTITUDE. Dan “Attitude is a little thing that makes a big difference” kata Winston Churchill. Attitude ini hanya a little thing, tapi sebenarnya adalah soal besar dalam kehidupan, karena akan menentukan sukses tidaknya, bahagia tidaknya, maju tidaknya seorang manusia di dunia ini.
    Bujur
    MUG

Leave a Reply