Tanda-tanda Karo Bersatu Dalam Pemilu 2014

1
243

steven amor 14Ssteven amor 17TEVEN AMOR TARIGAN. MEDAN. Karo tidak terlepas dari politik. Masyarakat Karo tersebar tidak hanya di Kabupaten Karo tapi juga di Kabupaten Deliserdang, Kabupaten Langkat, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Dairi dan Kotamadya Medan. Masih terkotak-kotak dan tidak terkonsolidasi serta terpencar bagaikan Cingkeru nirambasken, marpar merap. Akibatnya, dalam 5 tahun ini, tidak ada artikulator orang Karo di parlemen pusat untuk menyuarakan kepentingan pembangunan di kantong-kantong pemukiman orang-orang Karo. Seperti kata pepatah : “Tidak ada kata terlambat buat kebaikan bersama”.

Dalam menyikapi hal tersebut, maka diadakan sebuah pertemuan atas prakarsa beberapa tokoh Karo yang sadar terhadap masa depan Orang Karo di dunia politik, diantaranya adalah drs. Bengkel Ginting MSi, drs. Yusuf Pehulisa Sitepu MM, Ir. Perdana Ginting MSi, drs. Masti Pencawan, drs. Ngasup Karo-karo Sitepu, drs. Tarjan Ginting. Pertemuan dilaksanakan pada hari Rabu 8 Januari 2014 di Restoran Kenanga Medan (Pukul 15.00 wib).

Dalam pandangannya, drs. Bengkel Ginting MSi menyatakan, dalam menyongsong perhelatan akbar tahun 2014 dan berangkat dari kekuatan nilai kultural orang Karo, runggu ini mengajak orang-orang Karo untuk menjadi konstituen yang cerdas. Melihat peluang yang cukup besar dan bisa dicapai kali ini karena dengan 12 peserta partai politik memberikan peluang bagi orang Karo untuk mendukung Calon Legeslatif dan DPD dari Orang Karo.

“Sebenarnya saya enggan bersikap primodial namun, kali ini, harus dilakukan untuk menggiring Orang Karo ke Pusat dengan menyeimbangkan antara action dan pemikiran,” kata Bengkel.

Pertemuan ini mengangkat tema atau bertujuan untuk menyatukan sikap dan pandangan tokoh-tokoh masyarakat Karo, mencari masukan bagaimana strategi yang efektif dalam mengkonsolidasi suara Orang Karo sehingga pada Pemilu 2014 nanti dapat mendudukkan orang-orang Karo ke DPR-RI atau DPD, membangun komunikasi politik antara elemen masyarakat Karo.

Dalam paparan singkat yang disampaikan oleh drs. Ngasup Karo-karo Sitepu, Caleg No, 1 Dapil SUMUT I (Partai Kebangkitan Bangsa) dia mengatakan sebenarnya enggan untuk maju sebagai Caleg karena sudah tua. Namun, Muhaimin mengatakan bukan umur yang menentukan namun kesehatan.

steven amor 18Saat ini, Ngasup Karo-karo diangkat menjadi anggota Dewan Syuro PKB. Oleh karena itu, beliau meminta kesediaan warga Karo memberikan suaranya dalam menghantarkan dirinya ke Senayan. Dia juga menyampaikan, jika terpilih kelak, dia akan terus berkonsentrasi kepada kebutuhan orang Karo, mau bertukar pikiran dan diajari atau menerima masukan dari warga Karo.

Dr. Badikenita Putri Sitepu SE MSi yang calon DPD-RI Dapil Sumatera Utara menyatakan kebanggaannya dalam pertemuan kali ini karena tokoh-tokoh Karo yang mempunyai pemikiran maju dapat berkumpul dalam pertemuan ini.

Sebelumnya Badikenita berkarir di DPP GAMKI, KNPI, dan Lemhanas. Faktor pendukung majunya dia dari DPD agar dapat memajukan orang Karo melalui pusat sebagai rantai atau penghubung kepentingan warga Karo, paparnya.

Ir. Nagasakti Perangin-angin MSi yang calon DPD-RI Dapil Sumatera Utara dengan misi kesejahteraan, keadilan dan ketentraman dapat lebih cepat terwujud jika bekerja dan bertumbuh bersama masyrakat, khususnya Karo. Dia juga memaparkan bahwasanya nihilnya proyek yang digarap oleh orang Karo dari pusat. Ini dikarenakan pintu masuk ke pusat tidak ada akibat tidak adanya penghubung.

Saat ini Nagasakti bekerja di Technical Advisor UN-ILO di Jakarta dan Penanggungjawab Teknik Pembangunan Jembatan sebagai pilot project seluruh Pulau Jawa di Kementrans, Jakarta.

Adapun Kolonel Abednego Sembiring mengatakn, yang menjadi permasalahan dihadapi orang Karo saat ini adalah masalah mental dan moral.

“Dalam mencapai tujuan, dibutuhkan pemetaan agar dapat mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan,” katanya.

Abednego yang sempat menjadi salah seorang Calon Bupati Karo di Pilkada yang lalu menyinggung permasalahan yang dialami oleh Pemuda Merga Silima.

“Sitepu bercerita kepada saya tentang tragedi tersebut dan saya katakan, mari semua anggota maju semua. Kalau berani dan bukan cuma bicara saja dan siapa yang lari nanti saat berperang kita yang matikan,” katanya.

Pertemuan ini dihadiri kurang-lebih 50 orang diantaranya: Prof. Dr. Meneth Ginting MADE, drs. Rusdi Sinuraya (Caleg DPR-RI Dapil SUMUT I dari Partai Bulan Bintang No. 8), Timbangen Ginting BBA, Dr. Budi D. Sinulingga, drs. Alex Perkasa Sitepu, Prof. Dr. Kelin Tarigan, Kol. Abednego Sembiring, Josem Ginting, Ketua Klasis GBKP Delitua, Pancur Batu, Kampung Lalang, Pdt. Minda Perangin-angin, dll.

1 COMMENT

  1. Tanda-tanda Karo Bersatu
    “Sebenarnya saya enggan bersikap primodial namun, kali ini, harus dilakukan . . . ” (Bengkel Ginting).
    Primordialisme, sukuisme, telah sempat mengacau pemikiran Karo dan menakut-nakuti orang Karo dan semua etnis-etnis minoritas umumnya, di Indonesia dan juga dibagian lain dunia. Begitulah pada era fasis Soeharto, ‘sukuisme’ telah menjadi momok utama di tengah masyarakat. Siapa yang berani menunjukkan sukuisme bisa hilang tak berbekas karena dianggap musuh negara. Ini malah dideklarasikan dalam doktrin magis bernama SARA, yang dipakai Soeharto sebagai alat ampuh mempertahankan kekuasaan fasisnya.
    Ethnic-revival atau Cultural-revival yang melanda seluruh dunia setelah keruntuhan blok Soviet, telah meratakan jalan bagi sukuisme dan primordialisme yang selama ini dipakai sebagai alat ampuh orang barat untuk menindas kultur dan budaya asli daerah-daerah jajahan dalam rangka mengokohkan kekuasaan dan dominasinya atas negeri-negeri jajahan. Mereka ini bikin definisi negatif primordialisme supaya jangan pernah bangkit dan sebaliknya memasukkan kultur dan budayanya ke negeri jajahan, termasuk melalui musik yang pernah disebut Bung Karno dengan nama ‘ngak ngik ngok’.
    Sukuisme atau primordialisme dalam pengertian yang positif (bukan negatif seperti propaganda barat) adalah keaslian satu suku bangsa, adalah semua yang indah dan sudah terbentuk dan tercapai oleh satu suku bangsa dalam perjalanan hidupnya secara perorangan dan terutama secara sosial dalam perjuangan kehidupan bersama yang sudah ratusan bahkan ribuan tahun, seperti identitasnya, kultur/budayanya, filsafat hidupnya, pemikirannya seperti Dialektika Karo Kuno, arsiteknya yang sudah sangat tinggi perkembangannya dsb.
    Untuk menguasai satu daerah, suku atau nation perlu meluluh-lantakkan lebih dulu semua keindahan primordial ini. Kalau dulu dengan ‘ngak ngik ngok’, sekarang dengan hedonisme, obat-obatan, pelacuran (AIDS/HIV), sexual, miras, judi, perusakan moral secara total penduduk asli satu daerah atau satu nation.
    “Sebenarnya saya enggan bersikap primodial namun, kali ini, harus dilakukan . . . ” Setuju Pak, lakukan dan maju terus.

    Dengan membendung usaha penghancuran primordial ini, kita akan mempertahankan kultur/budaya kita dan inilah yang akan menyatukan kita, secara suku maupun secara nasion. Mempertahankan primordial nasionalisme Indonesia dengan mempertahankan kultur/budaya KEARIFAN LOKAL seluruh negeri kita.

    MUG

Leave a Reply