Dilaporkan ke Polres Deliserdang, Kades Namotualang Bakal Nginap di Sel

0
76

Pulang Dari Pantai Tirta (Sibolangit), Anggota Brimob Dipukuli 6 Begundalimanuel 265IMANUEL SITEPU. BIRU-BIRU. Menjandi korban penipuan ratusan juta rupiah yang dilakukan oleh Kepala Desa Namotualang, Tukang Ginting, korban Vicky Antonius Ginting (19) warga Bunga Sedap Malam 3 No. 4 Kel. Sempakata (Kecamatan Medan Selayang) melaporkan oknum Kadesini ke Polsek Biru-biru. Tidak cukup sampai di situ, Vicky juga telah melaporkan Kades Namotualang Tukang Ginting ke Polres Deliserdang [Rabu 1/1].

Vicky saat dikonfirmasi [Selasa 7/1]  mengatakan sangat berharap Kapolres Deliserdang AKBP Dicky Patrianegara SH Sik memberi perhatian khusus terkait kasus pemerasan dan penipuan uang yang dilakukan oleh oknum Kades tak bermoral itu.

Dalam laporanya ke Polres Deliserdang sesuai dengan STPL No: 01/I/ 2014/DS yang ditandatangani Kanit SPKT A, Aiptu M.T. Pangaribuan SH tertanggal 1 Januari 2014, Vicky Antonius Ginting mengaku telah ditipu  oleh Kades Namotualang Tukang Ginting Senin 8 Juli 2013 sekira pukul 18.00 Wib di Desa Namo Tualang Kecamatan Biru-biru Kabupaten Deliserdang. Pemerasan yang dilakukan Tukang Ginting berawal pada tanggal 6 Januari 2013 Cipta Sembiring (60) warga Dusun 3 Sp. Ranting Desa Namo Tualang (Kecamatan Biru-biru) meminta kepada korban Vicky agar mereklamasi ulang areal sawahnya.

Melihat ada pengusaha masuk ke desanya, Kepala Desa Namo Tualang Tukang Ginting kemudian memanggil Vicky. Kepada korban, Tukang Ginting meminta agar korban menyelesaikan urusan dengan masyarakat bila hendak membuka usaha di Desanya. Saat itu, Tukang Ginting pun meminta kepada korban agar menyiapkan uang 75 juta rupiah untuk membeli pertapakan jambur dan 7 batang tiang listrik. Bila  tidak dipenuhi, Tukang Ginting mengancam akan menyetop usaha korban.

Takut usahanya terhambat dan bermasalah, pada hari Senin 8 Juli 2013, Vicky kemudian menyerahkan uang tersebut. Ini tertuang dalam kwitansi yang distempel dan ditandatangani oleh Tukang Ginting selaku Kepala Desa. Dalam kwitansi tersebut juga dijelaskan, setelelah uang dilunasi, maka warga tidak akan melakukan penyetopan mobil pengusaha yang melintas dari jalan desa.

Ironisnya kata Vicky, kesepakatan itu hanya bertahan beberapa minggu. Tak lama kemudian, warga kembali melakukan aksi demo di jalan. Karena Tukang Ginting selaku kepala desa tidak bisa menjamin keamanan usaha yang dijalankan korban sesuai dengan kesepakatan sebelumnya, ia pun mempertanyakan kepada Tukang Ginting.

Ternyata, sang Kades bukan mensyukuri bantuan sebesar 75 Juta Rupiah dan 7 batang besi tiang listrik yang telah diberikan oleh Vicky. Dengan berdalih untuk biaya LKMD, Tukang Ginting kembali melakukan pemerasan. Ia pun meminta kepada Vicky agar menyisihkan retribusi sebesar Rp 15.000 terhadap setiap truk yang melintas kepada pengurus LKMD. Di samping jatah LKMD, Tukang Ginting juga masih meminta untuk jatahnya sebesar Rp 7.500 setiap truk yang melintas.

“Karena terus diintimidasi, saya terpaksa memberikan semua permintaan Kades. Kalau tidak, saya takut usaha yang saya jalankan akan mendapat hambatan,” tutur Vicky saat kembali dikonfirmasi [Selasa 7/1].

Namun, katanya, semua perkataan Tukang Ginting tak bisa dipegang meski semua permintaanya telah dipenuhi. Meski pernyataan kesepakatan telah dibuat di notaris. Buktinya, beberapa bulan kemudian, beberapa masyarakat kembali melakukan penyetopan. Mereka kembali meminta uang untuk biaya selisih pelintasan truk. Pun begitu, beberapa bulan berikutnya, masyarakat kembali melakukan penyetopan. Kali ini masyarakat meminta agar semua kesepakatan yang telah dibuat diserahkan kepada mereka.

“Saya sempat menjelaskan kepada warga kalau semua uang tersebut telah diserahkan kepada kepala Desa Tukang Ginting sambil menunjukkan puluhan lembar kwitansi yang langsung distempel dan ditandatangani Tukang Ginting. Namun masyarakat tidak mau tahu. Mereka tetap melakukan penyetopan. Karena sudah menjadi korban pemerasan dan penipuan, maka saya lapor ke Polisi,” kata Vicky seraya berharap agar Kapolres Deliserdang segera memanggil Kades Namotualang Tukang Ginting sebelum kasus penipuan yang dialaminya direkayasa.

Leave a Reply