Warga Biru-biru Terancam Penyakit ISPA Oleh Debu Truk Tanah Timbun

1
127

Supir KPUM 23 Sukses Perawani Pacar di Malam Tahun BaruIMANUEL SITEPU. BIRU-BIRU. Maraknya aktivitas truk pengangkut tanah timbun yang melintas  membuat Jalan Biru-biru rusak parah. Bahkan, akibat banyaknya tanah yang kini bertaburan di sepanjang jalan dari Desa Ajibaho hingga Desa Sidomuliyo, dikawatirkan, warga terkena penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) dan infeksi mata.


“Jalan yang semula beraspal kini hampir menyerupai jalan tanah, penuh lubang. Ini diakibatkan maraknya aktivitas rruk pengangkut tanah timbun yang setiap hari melintas lalulalang,” kata Anto (41) salah satu warga kepada Sora Sirulo [Minggu 12/1].

Rusaknya jalan membuat warga report, kata Anto lagi.

“Soalnya, pada saat kemarau, jalan jadi berdebu, saat hujan berlumpur dan licin. Bila musim hujan, saya setiap hari harus menyuci kereta bila keluar rumah. Karena kondisi jalan sudah mirip kubangan sawah,” tutur Anto.

Anto meminta warga sekitar dan para pengguna jalan dibebaskan dari polusi udara berupa debu dari tanah-tanah hasil Galian C yang terjatuh dari truk. Debu tersebut diakui Anto sangat meresahkan karena mengancam kesehatan warga. Anto dan warga lainya pun berharap agar Muspika setempat dan Satpol PP Deliserdang secepatnya menindak tegas sebelum masyarakat melakukan aksi, dengan memblokir jalan.

Pantauan wartawan di lapangan, tampak ratusan armada truk pengangkut tanah timbun lalu lalang melintas di Jalan Biru-biru dengan penuh muatan tanah timbun.

Menurut warga sekitar, tanah itu dibawa ke subuah lahan yang bakal dibangun perumahan milik D.L. Sitorus di Pasar 1 Desa Sidomuliyo. Sementara, tanah timbun tersebut salah satunya disuplai dari sebuah lokalisasi pertambangan Golongan C ilegal milik warga sekitar bernama P. Bangun di Desa Sidomuliyo Kecamatan Biru-biru.

1 COMMENT

  1. Perusakan alam dan kesehatan terus menerus terjadi selama bupati pendatang AT.
    Apakah mungkin seorang penguasa pendatang bisa mengindahkan kesehatan dan keaslian alam penduduk asli daerah?
    Jawabnya: TAK MUNGKIN! Dan sudah terbukti!
    MUG

Leave a Reply