Wisata Lava Pijar Berkembang di Perteguhen

0
184
Api unggun di Perteguhen, tempat mengamati letusan Sinabung (Foto: NGGUNTUR PURBA)

 

Mata Air Bermunculan di Karo GugungNGGUNTUR PURBA. SIMPANG EMPAT. Banyak tempat wisata di Taneh Karo yang awalnya berkembang secara spontan tanpa peran pemerintah sama sekali. Oleh ketertarikan terhadap sesuatu, orang-orang datang berkunjung ke, atau melintasi, suatu tempat tertentu. Warga setempat kemudian meresponnya dengan menjual kebutuhan-kebutuhan pengunjung, khususnya makanan dan minuman. Lama kelamaan tempat itu berkembang menjadi suatu tempat wisata. Begitulah yang sekarang terjadi di Desa Perteguhen (Kecamatan Simpangempat, Kabupaten Karo) terkait dengan minat banyak orang mengamati dari dekat letusan-letusan Gunung Sinabung.

Sebagaimana terlihat oleh Sora Sirulo malam tadi [Selasa 14/1], ratusan orang datang berkunjung ke Desa Perteguhen, tepatnya di lokasi Tiga Kicat yang berada di antara Desa Perteguhen dan Desa Jeraya (keduanya berada di Kecamatan Simpangempat).

Ada beberapa lokasi strategis di sekitar Perteguhen untuk mengamati letusan Gunung Sinabung. Salah satu diantaranya adalah di Tiga Kicat itu. Ada sekitar 5 tenda di sini dimana orang-orang bisa membeli makanan dan minuman. Para penjual juga membuat api unggun agar para pengunjung dapat berdiang (cicudu) mengurangi rasa dingin dari hawa malam di wilayah Gunung-gunung ini.

Tenda-tenda itu umumnya menjual pop mie, Indomie, teh manis, kopi manis, roti, kue-kue dan rokok. Ada juga yang menjual tuak di sana.

Terlihat oleh Sora Sirulo puluhan kenderaan roda empat dan dua yang diparkir di rumah-rumah penduduk dengan bayaran berkisar antara 2 ribu ke 5 ribu rupiah per kenderaan. Sebagaimana biasanya tempat wisata spontan, kemacetan lalu lintas kadang terjadi juga di sini oleh padatnya pengunjung yang datang dengan kenderaan.

Pengunjung datang silih berganti. Ada yang datang dan ada yang pergi. Begitu sepanjang hari hingga tengah malam dan kadang mendekati pagi.

Leave a Reply