Beidar Namanya, Kambing Hutan Langka Itu Menuruni Sinabung

2
673

Mata Air Bermunculan di Karo GugungNGGUNTUR PURBA. KABANJAHE. Warga dikejutkan dengan munculnya kambing hutan yang berasal dari Gunung Sinabung. Hewan yang nantinya diketahui merupakan salah satu hewan paling langka di dunia ini ditemukan oleh warga di perladangan Desa Berastepu (Kecamatan Simpangempat) kemarin [Jumat 17/1].

Hewan ini termasuk kedalam daftar Appendices I atau hewan yang sangat langka dan dilarang diburu. Dalam bahasa Karo disebut bedar atau beidar dengan nama Latin Capricornis sumatraensis.

Kambing liar ini terlihat oleh warga saat makan di perladangan. Serta merta warga menjadi kaget melihat kambing liar ini.

Dua orang warga dibantu seekor anjing kemudian menangkap beidar ini dan kemudian mengantarkannya ke Posko Utama Tanggap Darurat Gunung Sinabung (Kabanjahe) hari itu juga.

ngguntur purba 112Kambing hutan berwarna hitam ini semula disangka oleh warga adalah seekor rusa. Dilihat dari tanduknya, hewan liar ini sepintas memang mirip rusa. Namun, warga kemudian menyadari bahwa ini bukan rusa melainkan beidar yang sudah sangat jarang terlihat di Taneh Karo Gugung. Bulunya lebat berwarna hitam.

Semula kambing hutan ini akan dipotong untuk dibagikan kepada pengungsi. Namun, beberapa warga lainnya menganjurkan untuk berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan Kabupaten Karo untuk dipelihara karena merupakan hewan yang langka.

Kambing hutan ini kemudian dibawa ke Medan untuk diperiksa kesehatannya. Dilaporkan, sesampainya di Medan, dia tidak mau makan dan minum. Akhirnya meninggal dunia. Dikhabarkan juga bahwa paru-paru hewa langka ini penuh dengan abu vulkanik.

Di sisi lain, warga kaki Gunung Sinabung bertambah resah dengan kemunculan kambing hutan ini ke pemukiman. Selain kambing hutan ini, telh banyak hewan liar lainnya seperti babi hutan dan monyet yang turun dari Gunung Sinabung untuk mencari makan.

Mereka mengkhawatirkan bahwa ini merupakan tanda-tanda Gunung Sinabung tidak lama lagi akan meledak secara dahsyat.

Berita lainnya mengenai kambing hutan yang sama dapat dibaca di http://unik.kompasiana.com/2014/01/19/bedar-kambing-hutan-langka-dari-tanah-karo-627367.html

2 COMMENTS

  1. Hewan yang keluar/turun dari Sinabung karena bencana hendaknya jangan dibunuh tetapi ditangan dan diperiksa kesehatannya untuk kemudian dikembalikan lagi ke gunung Sinabung. Terutama sekali binatang yang sudah sangat langka seperti kambing liar ini.
    Semangat dan kesadaran untuk menangani dan memeriksa kesehatan kambing liar ini sangat terpuji dan menandakan ketinggian kesadaran lingkungan. Membunuh atau menyiksa binatang liar yang turun dari gunung karena lahar itu dalah sikap yang sangat primitif, seperti ular sawah tempoh hari. Jadilah orang Karo yang tidak primitif, tapi berkesadaran lingkungan. Pikiran dan sikap primitif ini tak perlu ditunjukkan lagi, terutama kalau ingin supaya ada simpati dari luar dalam menangani bencana. Bagi yang mengerti persoalan ini bisalah selalau memberikan PENCERAHAN.

    MUG

Leave a Reply