Abu Vulkanik Sinabung Diduga Penyebab Produksi Jagung Menurun

0
294

alexander firdaustALEXANDER FIRDAUST. MEDAN. Erupsi Gunung Sinabung yang berkepanjangan disertai perubahan arah angin, membuat tebaran debu vulkanik hampir secara merata telah mengenai hamparan pertanian di seluruh Kabupaten Karo. Begitupula sejumlah desa di kecamatan sentra utama penghasil jagung di daerah ini dinyatakan telah terkena imbas debu erupsi tersebut, diantaranya Kecamatan-kecamatan Tigabinanga, Laubaleng, Mardingding, Juhar, Payung, Tiganderket, dan Munthe. Bahkan sampai di Kecamaten Taneh Pinem, Kabupaten Dairi.

Meski sejauh ini pihak terkait, khususnya Dinas Pertanian Sumut, belum menyimpulkan efek abu vulkanik terhadap tanaman jagung. Namun begitu, sebagian masyarakat menduga turunnya jumlah produktifitas tanaman jagung di desa mereka adalah sebagai dampak dari abu erupsi Gunung Sinabung.

ngguntur purba 71Hal tersebut disampaikan oleh warga Desa Kutanangka (Kecamatan Taneh Pinem, Kabupaten Dairi), Maju Sembiring, yang dihubungi oleh Sora Sirulo melalui telefon dari Medan [Sabtu 18/1]. Menurutnya, sebagai dampak abu vulkanik yang selama ini kerap menghujani desanya, jumlah produktifitas jagung yang ditanamnya telah mengalami penurunan.

“Bila sebelumnya kami tanam jagung seluas 1 Ha, maka jumlah produksinya bisa mencapai 10 ton. Namun, setelah terkena abu vulkanik, lahan 1 Ha jagung hanya berproduksi sekitar 5 hingga 6 ton,” ujarnya.

Sesuai dengan pengamatannya, Sembiring menyatakan tanaman jagung yang terlihat paling terasa terkena imbas abu vulkanik adalah ketika usia tanaman memasuki masa berbuah.

“Daun jagung yang terkena debu vulkanik biasanya akan mengering seperti terkena penyakit hawar daun. Ketika tanaman terdampak memasuki usia masa berbuah, maka proses pembuahannya tidak lagi sempurna. Hal ini mengakibatkan buah jagung kecil-kecil, bahkan kerap membusuk saat proses penuaan,” ungkapnya.

Untuk meneliti lebih jauh terkait dampak abu vulkanik terhadap tanaman jagung, Sembiring meminta pihak terkait, khususnya Dinas Pertanian Sumut, agar segera bergerak cepat. Sebab, menurutnya, hal ini sangat serius mengingat daerah Sumut merupakan salah satu sentra produksi jagung di Indonesia.

“Mengingat Sumut khususnya Taneh Karo adalah salah satu daerah penghasil jagung terbesar di Indonesia, seharunya pemerintah cepat menyikapinya. Jika terjadi penurunan produksi jagung yang besar akibat erupsi Sinabung, dikhawatirkan akan berdampak terhadap perekonomian masyarakat daerah ini,” tandasnya

Leave a Reply