Ratusan Warga dan Ormas Islam Bentrok dengan Pengajian Almukarram

0
126

Sempat Terjadi Aksi Lempar Batu

 

Supir KPUM 23 Sukses Perawani Pacar di Malam Tahun BaruIMANUEL SITEPU. MEDAN JOHOR. Ratusan warga Kecamatan Medan Johor dan Ormas Islam yang datang melakukan orasi di depan lokasi Pengajian Almukarram Syekh Achmad Arifin Al Haj akhirnya bentrok dengan para anggota pengajian yang dianggap sesat [Jumat 17/1: sekira 17.00 Wib].
Aksi lempar-lemparan yang terjadi di depan lokasi pengajian Almukaram yang terletak di Jl. Karya Bakti Kelurahan Gedung Johor Nomor 18 (Kecamatan Medan Johor) ini terus berlangsung selama beberapa menit dari kedua piahk. Akibatnya, tidak sedikit warga sekitar terkena lemparan batu yang datang dari dalam lokasi pengajian. Namun, dalam aksi anarkis ini, tidak ada yang mengalami luka serius karena ratusan Polisi Anti Huruhara dan Personil Polsek Delitua sudah berada di lokasi sebelum bentrok berlangsung.

Pantauan Sora Sirulo di lapangan, aksi anarkis ini dipicu oleh salah satu anggota pengajian yakni Ustad Saifuddin yang hendak mengantar makanan ke dalam lokasi pengajian dipukuli oleh massa ormas Islam yang sudah berkumpul di Simpang Karya Bakti/ Karya Wisata.

Akibat tindakan anarkis tersebut, Saifuddin terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Sejati yang terletak di Jl. A.H. Nasution (Kecamatan Medan Johor) karena mengalami luka robek di bagian kepala.

Selain itu, aksi anarkis juga dikarenakan salah seorang anggota pengajian Almukarram bernama Indra yang mencoba menyusup ke dalam Masjid Nurul Aldy tempat para Ormas Islam melaksanakan Sholat Ashar sebelum melakukan aksi unjuk rasa di depan lokasi pengajian.

Berkat kesigapan Jajaran Reskrim Polsek Delitua, pemuda yang sempat disandera itu langsung diamankan kepolisian dan dibawa ke tempat yang aman dengan tujuan agar tindakan anarkis tidak terjadi.

Sementara itu, salah satu perwakilan dari Perkumpulan Almukarram Syekh Achmad Arifin Al Haj di hadapan masyarakat mengatakan, Syekh Achmad Arifin merupakan nabi  tidaklah benar. Sebelas wanita yang dikatakan jadi korban tindak asusila dan pernyataan Sutini yang mengatakan diminta meminum air maninya Syekh agar sembuh dari penyakitnya adalah semuanya tidaklah benar.

Lanjut Perwakilan Almukarram, sekarang kasusnya telah dilaporkan ke Polisi seraya meminta kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan berita yang memfitnah perkumpulan tersebut.

Akibat bentrok tersebut, sekira ratusan Polisi Anti Huru Hara berpakaian lengkap langsung menghadang kedua kubu dan meminta kepada kedua kubu agar tidak bertindak anarkis dan melempar batu.

Beberapa warga yang mencoba memprovokasi dengan ikut melempar batu langsung diamankan polisi dengan membawanya ke tempat yang lebih aman dengan tujuan agar masyarakat tidak ikut terprovokasi untuk melempari lokasi tersebut.

Sekira beberapa jam massa dari Ormas Islam masih dihadang kepolisian untuk tidak memasuki lokasi pengajian Almukarram begitu juga dengan perkumpulan Almukarram juga diminta untuk tidak keluar dari lokasi pengajian. Namun, karena sudah memasuki waktu Sholat Maghrib, Gabungan Ormas Islam ini kembali ke Masjid untuk melaksanakan sholat dan berjanji akan kembali melakukan aksinya setelah Sholat Maghrib.

Polisi terus melakukan penjagaan yang ketat, sedangkan para massa sudah meninggalkan lokasi untuk sementara waktu. Dalam aksi anarkis tersebut terlihat juga Wakapolresta AKBP Hondawan meninjau lokasi untuk melakukan instruksi kepada para anggotanya.

Kanit Reskrim Polsekta Delitua Iptu Martualesi Sitepu yang dikonfirmasi wartawan mengenai diamankannya seorang sandera saat memasuki Masjid Nurul Aldy oleh Ormas Islam mengatakan, massa curiga karena pemuda tersebut karena menyusup ke masjid itu. Massa mengira pemuda tersebut merupakan mata-mata yang dikirim oleh kelompok Almukarram.

“Sudah kita amankan untuk sementara. Kita boyong ke Asrama Haji agar tidak terjadi tindakan anarkis lebih lanjut,” ujar Martualesi.

Leave a Reply