Dituduh Gelapkan Barang, 7 Karyawan Indomaret 3 Bulan Tak Gajian

0
247

Juga Disuruh Gantirugi Rp. 75 Juta
 

imanuel 286Supir KPUM 23 Sukses Perawani Pacar di Malam Tahun BaruIMANUEL SITEPU. MEDAN. 7 karyawan Indomaret Simpang Pos, Padangnulan (Medan), tak digaji selama 3 bulan. Mereka juga diharuskan membayar Rp. 57 Juta karena dituduh telah menggelapkan barang di tempat mereka bekerja. Ketujuh karyawan itu adalah Muhamad Fahmi (kepala toko), Ridwansyah Aditya, Rindang Parhusip, Maysi Lince Sembiring ketiganya (machendeser), serta Siska Agustina, Dwi Mentari dan Rika Wati (kasir).


Seperti yang dikatakan Rindang Parhusip kepada Sora Sirulo [Senin 20/1 sore[, mereka bekerja di sana sudah bertahun-tahun. Namun, tak pernah seperti ini parahnya.

“Memang selama ini sering terjadi kejadian seperti ini, tapi tak separah bulan November 2013 lalu. Kami dibilang menggelapkan barang hingga kerugian sebesar Rp. 75 juta. Dari mana dasarnya? Padahal, kami selalu bekerja dengan sepenuh hati,” ujar Rindang diamini rekan-rekannya.

Dikatakannya lagi, di bulan Oktober kemarin, mereka juga dibilang menggelapkan barang dengan total Rp. 15 juta.

“Kurasa mereka (pihak Indomaret, red.) sengaja menyiksa kami seperti ini. Saat kami ingin keluar dari Indomaret ini. Kami diminta harus melunasi kerugian mereka. Kalau tidak, ijazah kami yang asli, saat kami serahkan saat masuk kemari dulu, tak akan dikembalikan lagi,” ujar Rindang dengan kesalnya.

Sementara Staf Humas Indomaret Yekieli Lase saat ditemui di kantornya mengatakan, memang setiap calon karyawan harus meninggalkan ijazah aslinya sebagai jaminan.

“Masalah barang yang digelapkan dengan total sebesar Rp.57 juta itu, sesuai audit yang dilakukan pihak kita,” ujar Yekieli Lase.

Dikatakannya lagi, apa pun itu, merekalah yang harus bertanggungjawab atas kerugian perusahaan ini,” ujar Lase sembari mengatakan manejernya tak bisa diganggu karena ada rapat

Leave a Reply