Jangan Sebut Aku GILA! Bantu dan Obati Orang dengan Masalah Kejiwaan

1
176

Oleh: Dr. Lahargo Kembaren SpKJ (Psikiater di RS Jiwa Dr. H. Marzoeki Mahdi, Bogor)

 

GILA ! Begitulah biasanya masyarakat memberikan label pada orang-orang yang memiliki masalah kejiwaan. Julukan  seperti ini memberikan stigma bagi orang dengan masalah kejiwaan. Tidak jarang mereka yang mengalami gangguan ini menjadi enggan berobat ke psikiater atau rumah sakit jiwa karena takut disebut orang G*LA.

Padahal yang disebut masalah kejiwaan ini banyak sekali, salah satunya adalah yang disebut gangguan psikotik atau skizofrenia. Ini ditandai dengan gejala-gejala seperti: mendengar suara-suara bisikan, melihat bayangan yang menyeramkan, ketakutan yang luar biasa, memiliki pikiran yang aneh/tidak wajar.

Di beberapa kebudayaan sering sekali hal-hal di atas  dianggap sebagai suatu kerasukan / kemasukan dan pengobatannya adalah dengan membawa yang sakit ini ke dukun/ ’orang pintar’. Apabila sudah sangat mengganggu sering kali orang ini dipasung, diikat, dikurung untuk menghindarkannya dari perilaku yang berbahaya. Secara ilmu psikiatri modern, sebenarnya gejala ini termasuk suatu gangguan jiwa yang disebut Skizofrenia.

lahargo 15Skizofrenia adalah suatu gangguan jiwa berat yang ditandai dengan terjadinya perubahan sikap, perilaku dan emosi dari orang yang terkena. Biasanya kita sering melihat ‘orang gila’ (maaf istilah ini sudah tidak dipakai, kita bisa menyebutnya orang dengan masalah kejiwaan =ODMK) di jalanan, tidak berpakaian, kumal, mengoceh sendirian, jalan tak beralaskan apa-apa.

Ya, itu adalah merupakan gejala skizofrenia yang sudah sangat berat. Apa saja sebenarnya gejala skizofrenia ini? Berikut ini penjelasan yang dapat membuat kita lebih mengenal apa saja gejala dari Skizofrenia :

  • Halusinasi : ini adalah gangguan persepsi panca indera, si penderita dapat merasa mendengar suara bisikan-bisikan di telinganya yang membuatnya jadi tersenyum sendiri, dan membuatnya bicara sendiri menanggapi suara-suara bisikan itu, bisa juga seperti melihat bayangan-bayangan makhluk halus yang sering membuatnya menjadi ketakutan, atau bisa juga seperti merasa ada yg menjalar di badannya atau menyentuhnya tetapi sebenarnya tidak ada apa-apa.
  • Waham : Suatu keyakinan yang salah terhadap suatu hal yang dipegang teguh meski tidak sesuai dengan latar belakang, norma dan nilai sosial sehari-hari. Misalnya, penderita bisa merasa yakin bahwa ada yang ingin membunuh dirinya atau mengejar-ngejar dirinya sehingga dia menjadi sangat ketakutan, penderita bisa juga merasa orang-orang membicarakan dirinya sehingga dia merasa takut, khawatir dan tersinggung, bisa juga penderita merasa suatu hal yang tidak wajar terjadi pada dirinya atau merasa dirinya adalah tokoh tertentu.
  • Perilaku yang tidak wajar : Misalnya tertawa sendiri, senyum sendiri, mengumpulkan barang-barang bekas/sampah, tidak pernah mandi atau mengurus badan.
  • Fungsi sehari-hari berkurang : Nilai di sekolah menurun, tidak bisa mengurus anak, tidak bisa masak, tidak mau bekerja, bermalas-malasan, lebih banyak di kamar.
  • Pembicaraan tidak nyambung : Bila diajak bicara topik tertentu sering ngawur dan tidak nyambung dengan apa yang dibicarakan, ditanya A jawabannya B.
  • Emosi tidak stabil : Sering marah-marah karena hal yang sepele, merusak benda-benda di rumah, menangis hebat tanpa alasan yang jelas, mudah tersinggung.

Apabila ada gejala-gejala di atas maka sangat mungkin orang tersebut menderita penyakit skizofrenia.

Penyebab dari gangguan jiwa yang disebut skizofrenia ini bermacam-macam :

  • Faktor keturunan : apabila ada anggota keluarga yang menderita skizofrenia atau gangguan jiwa lainnya maka anggota keluarga lain yang memiliki hubungan darah menjadi lebih rentan untuk terkena skizofrenia juga
  • Trauma kepala : apabila ada benturan di kepala, jatuh, kecelakaan dan terkena kepala atau terpukul di kepala dapat menyebabkan otak terganggu sehingga memunculkan gejala skizofrenia
  • Penyakit berat : beberapa penyakit berat seperti infeksi otak dapat membuat orang tersebut rentan untuk terkena skizofrenia
  • Stres yang berat : adanya stres yang berat seperti kemarahan yang terpendam, ketakutan, kekecewaan, kesedihan yang mendalam, keinginan yang tidak tercapai, dan kehilangan orang yang dikasihi dapat menyebabkan orang terkena skizofrenia.

lahargo 18Penyakit gangguan jiwa seperti skizofrenia ini bila diobati dengan cepat dapat baik hasilnya. Pengobatan sekarang sudah sangat maju dan modern sehingga membuat gejala-gejala skizofrenia di atas bisa cepat berkurang dan hilang.

Obat untuk skizofrenia ini disebut obat antipsikotik yaitu obat yang bekerja memperbaiki keseimbangan zat kimia (neurotransmiter) di dalam otak. Diharapkan apabila zat kimia di otak sudah stabil maka sikap, perilaku dan emosi penderita juga bisa membaik. Beberapa obat antipsikotik yang tersedia seperti Chlorpromazine, Haloperidol, Clozapine, Risperidone, Olanzapine, Quetiapine dan Aripiprazole dapat membantu memulihkan pasien skizofrenia. Obat ini ada dalam berbagai bentuk, ada tablet, sirup, suntik jangka pendek dan suntik jangka panjang.

Keluarga diharapkan tetap memberikan dukungan dan perhatian pada penderita skizofrenia karena penderita skizofrenia dapat pulih dan dapat kembali produktif seperti orang lainnya. Masyarakatpun diharapkan semakin mengenal gangguan ini dan bisa menerima dengan baik pasien-pasien yang mengalami gangguan jiwa Skizofrenia ini.

Beberapa Puskesmas di Kota Bogor sudah dilatih untuk pengenalan dan penatalaksanaan dini gangguan skizofrenia ini. Dokter, perawat, dan kader Puskesmas sudah bisa melakukan deteksi, penanganan, dan rujukan bila diperlukan.

Jangan ragu untuk berobat ke Puskesmas apabila ditemukan adanya perubahan pada perasaan, pikiran , dan perilaku. Gangguan jiwa akan lebih baik pemulihannya ketika ditemukan dengan cepat dan ditangani dengan tepat.

Salam sehat jiwa !

 

 

1 COMMENT

  1. Sungguh bermanfaat artikel Dr LG ini. Kita bersyukur ada seorang Dr yang selalu siap memberi penjelasan dan informasi soal kesehatan jiwa ini.Ini sangat penting dalam mengubah kebiasaan bangsa kita dalam memandang penyakit skizofrenia, dikatakan ‘orang gila’ saja dan sudah disitulah dia sepanjang masa. Tak ada tempat lagi di ‘hati masyarakat’. Hampir mirip juga dengan pandangan terhadap ‘orang cacat’ mental di negeri kita. Semua ditempatkan di ‘tempat tertentu’ di hati masyarakat. Dan sebab utama dari semua pandangan ‘miring’ ini ialah KURANGNYA PENGETAHUAN, termasuk soal penyakit skizofrenia ini. Karena itu mengubah pandangan itu hanya dengan tambahan pengetahuan. Dan untuk ini perlu ada orang-orang seperti Dr LK.
    Saya membandingkan dengan pandangan masyarakat di LN (eropah) sangat berbeda sengan di negeri kita. Perbedaan pandangan dan perlakuan hanyalah karena perbedaan pengetahuan dalam hal itu. Jika dilihat kembali sejarah eropah, 70-100 tah lalu juga begitu di eropah. Pengobatanhya pun ketika itu aneh-aneh juga, ada yang diputar-putarkan di roda berputar sampai orangnya pingsan ,dan mengharapkan nanti sudah sembuh. Memang sementara dia diam karen sudah capek dan pusing kepalanya. Skizofrenia-nya tak hilang karena itu, sebentar kembali lagi.

    Pengobatan sekarang memang bagus sekali. Saya melihat sendiri seseorang yang skizofrenia, dia bahkan sedar kalau harus makan obat atau kalau lupa makan obat, pikirannya ‘lain’ Dan dia sendiri sudah punya pengetahuan cukup soal penyakitnya, sehingga tak ada soal untuk hidup relatif normal dengan makan tablet pada waktu-waktu tertentu.

    Bujur Dr LK

    MUG

Leave a Reply