Aktivitas Sinabung Menurun

1
174

alexander firdaustALEXANDER FIRDAUST. MEDAN. Setelah mengalami erupsi semenjak bulan September 2013 yang lalu, kini kondisi aktivitas Gunung Sinabung dinyatakan menurun.

Hal tersebut terungkap pada rapat koordinasi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Kementerian dan instansi terkait penanganan bencana erupsi Gunung Sinabung yang berlangsung di rumah dinas Gubernur Sumatera Utara [Kamis 30/1].

Meski demikian, statusnya belum diturunkan dari Awas atau level IV. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendrasto, menyatakan erupsi yang disertai awan panas Sinabung paling besar terjadi pada tanggal 11 dan 16 Januari 2014 lalu, semenjak itu kemudian berangsur berkurang jumlahnya hingga kini.

Adapun potensi bahaya saat ini dan yang akan datang berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental adalah erupsi masih berpotensi terjadi, yaitu erupsi yang menghasilkan material berukuran abu (hujan abu lebat) sampai lapili (berukuran 2-6 cm) yang ancamannya dapat mencapai radius 5 km. Selain itu erupsi juga dapat disertai dengan awan panas yang mengarah ke Selatan dan Tenggara sejauh 5 km.

Sementara itu, pada rapat penanganan bencana Gunung Sinabung yang berlangsung di rumah dinas Gubernur Sumatera Utara tersebut juga muncul wacana memulangkan para pengungsi apabila kondisi Sinabung semakin membaik. Wacanana pemulangan pengungsi tersebut direncanakan bagi 16 desa dengan jumlah 4.639 kepala keluarga atau 13.828 orang.

Meski sudah ada wacana pemulangan pengungsi untuk 16 desa, rencana tersebut baru bisa dilaksanakan dengan catatan infrastruktur desa sudah siap. Misalnya jalanan sudah bersih bisa dilalui dan aliran listrik PLN harus hidup. Jika kondisi terus membaik maka masuk tahap ke dua, yaitu memulangkan warga dari radius 3 km.

“Itu dilakukan bila keadaan benar-benar aman. Kalau kita lihat dari hasil pemantuan di radius 5 KM pohon pisang dan talas masih tumbuh di bekas lahan yang terkena awan panas, hal ini membuktikan bahwa lahan tersebut masih bisa ditanami,” kata Kepala BNPB Syamsul Maarif pada kesempatan rapat tersebut.

 

1 COMMENT

  1. Syukurlah kegiatan erupsi menurun dan bisa memikirkan menghidupkan kembali kampung halaman dan hidup normal. Bagi pemerintah (daerah/pusat) bisa secepat mungkin bikin bantuan konkrit untuk membantu pengungsi/petani yang sudah pasti tak bisa meneruskan pekerjaannya/usahanya tanpa bantuan nyata. Semua harta benda sudah rusak, termasuk juga banyak rumah tempat tinggal. Peranan kepala daerah (bupati) yang proaktif dan pantang mundur untuk memperjuangkan kepentingan hidup pengungsi sangat diharapkan.

    MUG

Leave a Reply