Setelah Penggerebekan Judi Kuburan Jepang: Kelenteng Masih Didatangi Pemain

1
157

Supir KPUM 23 Sukses Perawani Pacar di Malam Tahun BaruIMANUEL SITEPU. DELITUA. Situasi pasca penggerebekan lokasi judi dadu putar yang berada di dalam sebuah klenteng di kawasan kuburan Jepang Jl. Ardagusema (Kecamatan Delitua) yang berhujung bentrok antara Polisi dan TNI beberapa hari lalu [Selasa 4/2] terlihat lengang.

Pantauan Sora Sirulo [Rabu 5/2 sekira 10.00 Wib] hingga menjelang siang, beberapa orang diduga pemain yang datang dari luar daerah masih terlihat masuk ke dalam lokasi kuburan Jepang dengan menggunakan sepeda motor. Kuat dugaan, mereka tidak mengetahui kalau sehari lalu, Timsus dan Brimobdasu telah menggerebek lokasi judi tersebut. Lantas, belasan orang yang sudah sempat mendatangi lokasi kemudian hanya terlihat berdiri sambil memandangi kuburan dari dalam kelenteng.

Salah satu pelajar siswi SMA Negri 1 Delitua yang kebetulan melintas di sekitar lokasi ketika dikomfirmasi oleh Sora Sirulo mengaku resah karena keberadaan permainan judi tidak jauh dari sekolahnya.

“Cocoknya ditangkapi itu, bang. Bila kami melintas di sekitar kelenteng, kami kerap mendapat pelecehan dari pemain itu.  Bukan hanya itu, kami juga sering digoda sama mereka. Karena kebanyakan orang di situ telah dipengaruhi narkoba dan miras,” kata salah satu siswi berambut panjang yang namanya minta tidak dikorankan.

Dalam penggerebekan itu, anggota polisi sempat meletuskan beberapa kali tembakan ke udara untuk mencegah agar para pemain jangan melarikan diri. Namun, akibat suara letusan senjata api tersebut, ratusan pemain menjadi berhamburan menyelamatkan diri dari sergapan petugas dengan berlari dari celah-celah pekuburan.

Pun demikian, 3 orang pemain berhasil diamankan yaitu Tuah Sitepu (30) warga Delitua, Tuahta Tarigan (22) warga Desa Lubang Ido (Kecamatan Namorambe) dan Bambang R (36) warga Desa Kedai Durian (Kecamatan Delitua). Mereka saat ini ditetapkan sebagai tersangka. Selain ketiga tersangka, petugas juga mengamankan AW salah satu anggota TNI.

“Selain ke 4 pemain, kita menyita barang bukti berupa uang tunai Rp 916.000 dan 4 buah mata dadu,” kata Kepala Satgas Gol Pekat Polda Sumut AKBP Yusuf Safrudin ketika dihubungi wartawan [Rabu 5/2 siang].

Lebih lanjut dikatakan, saat ini, ketiga tersangka masih di-BAP.

“Sejauh ini, kita menjerat para tersangka dengan pasal 303 KUHPidana. Sementara, AW telah diserahkan kepada atasanya,” ungkapnya.

Perwira Polisi yang juga menjabat Kasubdit II Ditreskrimum Polda Sumut itu mengaku kalau pihaknya akan tetap mengawasi lokasi tersebut karena diyakininya akan kembali beroperasi bila tidak diawasi.

“Bila kita temukan kembali beroperasi, kita grebek lagi. Lagi pula, kita juga sudah bekerjasama dengan Polsek terkait untuk mengawasinya. Begitu juga dengan Kapolda Sumut yang sudah mengintruksikan seluruh jajaran untuk memberantas kejahatan yang menjadi penyakit masyarakat. Oleh karena itu pula, kita menghimbau masyarakat untuk tetap menginformasikan kepada kita akan adanya kejahatan,” ujarnya seraya mengatakan kalau pihaknya tidak akan mundur dan akan tetap bertindak tegas, dengan segala konsekuwensi yang akan terjadi.

1 COMMENT

  1. jurnalis nya tolong belajar lagi… jangan mencantumkan nama org (tersangka) krn hal tsb berhubungan dengan etiak media dan masalah reputasi orang yg anda sebutkan

Leave a Reply