Hadiah Cerdas Cermat Ditelap: Para Guru Saling “Lempar Bola”

0
97
imanuel 311
Pandi Peranginangin

Supir KPUM 23 Sukses Perawani Pacar di Malam Tahun BaruIMANUEL SITEPU. NAMORAMBE. CS selaku guru wali kelas 4 SDN 107407 Rimomukur (Kecamatan Namorambe) berkelit telah merampas hak siswanya Pandi Peranginangin (11) sebesar Rp. 200 Ribu. Beberapa guru yang ditemui Sora Sirulo di dalam sekolah [Senin 10/2: sekira 11.30 Wib], juga saling “Lempar Bola” saat ditanya.

“Bukan saya yang minta uang itu kepada Pandi, tapi seorang guru lain bernama M.  Br. Ginting. Pemberian uang sebesar Rp. 80 ribu kepada Pandi Peranginangin adalah sesuai rapat dewan guru,” kata CS.

Lanjut dikatakannya, ia sudah dipanggil KUPT Namorambe terkait masalah tersebut seraya mengatakan dirinya juga sudah melaporkan peristiwa itu ke salah satu wartawan media elektronik untuk meminta suaka.

“Saya sudah menjumpai KUPT terkait masalah ini. Sudah saya laporkan ini ke salah satu wartawan TV untuk membantu meluruskan masalah,” ujarnya sambil meninggalkan wartawan.

Sementara itu M. Br Ginting didampingi para guru SDN Rimomukur mengatakan, dirinya tidak ada mengambil uang hadiah cerdas cermat. Memang, dia mengetahui uang tersebut digunakan untuk membeli konsumsi para guru dan murid yang ikut menemani perlombaan cerdas cermat yang diadakan KUPT Namorambe.

“Saya tidak ada mengambil uang tersebut. Setahu saya, uang hadiah itu digunakan membeli makan dan minum para guru dan murid yang ikut perlombaan kemarin. Sisa uang diberikan kepada siswa kelas 5 bernama Sari sebagai hadiah penghibur karena dia tidak menang dalam perlombaan tersebut,” ujar M. br Ginting.

Saat disinggung wartawan bahwa dana kegiatan seperti itu biasanya menggunakan Dana BOS dari sekolah, malah M. br Ginting mengatakan tidak mengetahui adanya dana tersebut sampai saat ini.

“Kalau masalah dana BOS, kami di sini tak pernah mengerti ke mana dibuat,” ujar Guru PNS ini yang memakai seragam dinasnya berwarna hijau, dibenarkan beberapa warga lainnya.

Sedangkan Kepala SDN 107407 Rimomukur Juan Bukit SPd yang hendak ditemui wartawan ternyata sampai saat ini belum masuk ke kantornya dan dikabarkan sedang sakit.

Demikian juga saat Kepala KUPT Namorambe Kabupaten Deliserdang Ibnu Salman Sag yang coba ditemui wartawan di kantornya ternyata tidak berada di tempat. Menurut salah satu stafnya, pimpinannya itu sedang mengikuti rapat di Kantor Dinas Pendidikan dan Olahraga Deliserdang.

“Tidak ada bapak, bang. Lagi rapat ke Pakam,” ujar salah satu staf laki-laki yang diperkirakan berusia 45 tahun ini.

Leave a Reply