Kolom M.U. Ginting (Swedia): Dialektika KBB di FB Jamburta Merga Silima

0
188

M.U. Gintingmuginting 41Ada diskusi bagus dan menarik di FB soal proses perkembangan dialektis: Batak Karo – Karo Bukan Batak – Karo (synthesis). Thesis: Batak Karo; Antithesis: Karo Bukan Batak (KBB); Synthesis: Karo.

Thesis Batak Karo sudah pernah berada di puncak ketika antithesis KBB belum mulai atau sedang tumbuh masih kecil. Puncak thesis Batak Karo ini dari segi waktu bisa dikatakan berlaku di era Orba. Sewaktu di era Orla masih dalam pertumbuhan dan semakin membesar dengan puncaknya pada era Orba. Bahkan Tahura mau dijadikan hutan Batak (jadi nama ‘singa’) sebagai salah satu Puncak thesis itu.

Dengan pesatnya pertumbuhan KBB, terutama setelah Reformasi, semakin terlihat bahwa antithesis KBB sudah menggeser kedudukan thesis Batak Karo dari puncaknya. Mobilisasi kekuatan untuk mempertahankan thesis Batak Karo sudah sangat berkurang, tetapi belum juga bisa dikatakan bahwa KBB sudah berada di puncak. Proses perjuangan antara thesis dengan antithesis masih akan terus sampai nanti tidak ada lagi perlawanan dari thesis Batak Karo.

Bahwa proses dialektika terjadi dalam hubungan antar etnis atau dalam hubungan apa saja, tidaklah berarti akan terjadi gangguan persahabatan atau kedamaian antara berbagai kultur. Proses ini adalah proses yang tak terelakkan sebagai akibat dari adanya PERBEDAAN (mutlak) atau kontradiksi dari segi kultural dan way of thinking. Mengakui, menerima dan mempelajari proses dialektika perbedaan atau kontradiksi ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa. Ini adalah pengetahuan luar biasa dalam mengembangkan saling hubungan yang bersahabat dan harmonis antara berbagai kultur yang berbeda.

Tanpa mempelajari perbedaan atau kontradiksi ini sudah terlalu banyak kita alami akibat-akibatnya yang buruk dan tak mendukung kemajuan, seperti halnya perang etnis.

Kita sangat bangga bahwa orang introvert Karo bisa menerima dan menganalisis proses perkembangan perbedaan ini menjadi pendorong perkembangan dan kemajuan antara semua rakyat berbagai kultur negeri kita. Bagi Karo memang ini merupakan kesempatan khusus karena era ini adalah era internet yang sangat cocok dengan karakter introvert yang dimiliki orang-orang Karo.

Bacalah selebihnya diskusi FB Jamburta Merga Silima.

Leave a Reply