Lanjutan ‘Diperkosa dan Disekap 2 Bulan’: Susah Menanyai Korban

0
120

Supir KPUM 23 Sukses Perawani Pacar di Malam Tahun BaruIMANUEL SITEPU. DELITUA. Polsek Delitua kesulitan melakukan pemeriksaan terhadap L. Br Tumanggor (22) warga Desa Lae Ikan (Kabupaten Dairi) yang menjadi korban perbuatan tidak wajar yang dilakukan oleh kenalannya Suroso (38) warga Mariendal (Kecamatan Patumbak). Tampaknya, shock yang dialaminya sangat mengganggu jalannya pemeriksaan.


Saat salah seorang anggota Polsek Delitua menanyakan bagaimana terjadinya peristiwa yang dialaminya, ucapan L sering berlainan. L malah memberikan keterangan penyiksaan yang dialaminya terjadi di Kawasan Mariendal yang merupakan wilayah hukum Polsek Patumbak. Akibatnya, anggota Polsek Delitua sempat menyarankan kepada keluarga L agar membuat laporan ke Polsek Patumbak. Keluarga L sempat tidak terima saran polisi, bahkan keluarga L sempat berucap kalau Polsek Delitua tidak mau menanggapi laporan L.

“Gimana kita mau periksa lebih lanjut? Ketika kita tanya, keterangannya selalu berbeda-beda seperti orang ngelantur. Dia terus menceritakan kejadian yang dialaminya di wilayah hukum Polsek Patumbak,” kata salah satu anggota Polsek Delitua [Sabtu 16/2].

Hal tersebut juga dikatakan salah satu pemilik rumah kos-kosan di Gg. Lestari tempat terakhir L dan Suroso tinggal.

“Mereka tinggal di tempat kosku baru seminggu,” kata wanita memakai kaos merah ini.

Di tempat terpisah, menurut bibi korban yang mengaku tinggal di Berayan, L adalah tipe cewek Matre.

“Saya tau persis tabiat L. Selama 3 tahun sekolah SMA di Berayan, dia tinggal bersamaku. Memang dia sedikit ada tipe cewek matreknya,” kata ibu muda berperawakan kurus ini.

Lebih jauh dikatakannya, dulu waktu masih sekolah, L sering didatangi laki-laki. Bila pria itu datang pake kereta jenis bebek, L langsung menolaknya. Bila menggunakan kereta besar atau mobil, L langsung menyambutnya,” kata bibik L.

“Mungkin, gara-gara sipatnya yang matre itu maka Suroso mudah meperdaya L. Soalnya, Suroso bekerja sebagai sopir mobil rental sehingga sering ganti-ganti mobil,”  duganya.

Sementara itu, saat L dan keluarganya mendatangi Polsek Delitua Sabtu kemarin, keadaan L terlihat masih lemah. Tubuh mungilnya terlihat kurus tinggal tulang. Di kedua tangannya dan pada bagian bibirnya masih terlihat luka bekas penganiayaan.

L juga terlihat masih mengalami shock berat ketika keluarga membawanya beristirahat di musholla yang terletak di belakang Polsek Delitua. Saat  Lela dibaringkan di dalam musholla, setahu bagaimana, para pengunjung yang datang ke Polsek Delitua terkejut. Tiba-tiba terdengar teriakan seorang wanita dari dalam Musholla.  Mendengar teriakan, para pengunjung dan anggota kepolisian langsung menghampiri musholla tempat L dan keluarganya beristirahat.

Ternyata teriakan itu datang dari L yang meronta-ronta karena melihat laki-laki yang tidak dikenalnya masuk ke dalam musholla. Melihat itu, para keluarga berupaya menenangkannya yang berteriak dengan sekuat tenaga.

Salah seorang keluarga L yang dikonfirmasi mengatakan, L memang mengalami depresi berat. Setiap laki-laki yang tidak dikenalnya dikiranya Suroso, laki-laki yang telah menyekap dan menganiayanya selama ini.

“L kami temukan terdampar di lampu merah Amplas beberapa hari lalu. Saat kami temukan, L seperti orang lupa ingatan. Kami aja awalnya dianggap L orang lain. Saat kami hendak membawanya ke Polsek Delitua, ia berteriak sehingga menjadi tontonan para pengendara yang melintas. Setelah kami bujuk, akhirnya dia mau kami ajak pulang ke salah satu rumah keluarga yang ada di Delitua dan setibanya di Delitua baru kami tanyai. Awalnya L mengaku disekap di salah satu rumah yang berada di Jl. Kongsi Desa Marindal (Kecamatan Patumak,” ujar kakak ipar L di Polsek Delitua.

Leave a Reply