Pencuri Anjing dan Ayam Tewas Dihakimi Massa

1
177

Angkot dan Kereta Adu Kuat, 1 Tewas 1 Luka-lukaIMANUEL SITEPU. PANCURBATU. Waller Simanungkalit (54) warga Jl. Trikora No.18 Kelurahan Mandala 2 Medan Denai, pelaku pencurian anjing dan ayam, akhirnya tewas dihakimi massa [Senin 24/2: sekira 11.00 Wib] setelah kedapatan oleh warga melakukan aksinya di Dusun Durin Pitu Desa Sugau (Kecamatan Pancurbatu).

Informasi diperoleh Sora Sirulo di Polsek Pancurbatu menyebutkan, sebelum kejadian, Waller dan seorang temannya yang masih buron mengendarai kereta Mio BK 5530 PAG dari arah Medan menuju Karo Gugung untuk mencari anjing yang berada di tengah jalan. Sesampainya di Dusun Durin Pitu, di sebuah persimpangan, kedua prlaku yang melihat seekor anjing berada di tengah jalan langsung mengambilnya dengan memberi roti yang sudah diberi racun. Begitu anjing sempoyongan, kedua pelaku langsung memasukkannya ke dalam karung.

Apes dialami kedua pelaku. Seorang warga setempat melihat aksi mereka dan langsung berteriak maling. Mengetahui aksinya ketahuan, kedua pelaku langsung tancap gas. Beberapa ratus meter pelarian keduanya, kereta yang mereka tunggangi terjatuh. Ratusan warga yang dari tadi melakukan pengejaran, langsung menghajar Waller. Sementara, salah satu rekan Waller berhasil melarikan diri.

“Warga mengetahui setelah salah satu pelaku memasukkan anjing itu ke dalam goni. Memang di sini sudah sering mengalami kehilangan ternak piaraan seperti anjing dan ayam. Makanya warga agak geram,” kata P. Ketaren warga setempat.

Anggota Polsek Pancurbatu yang mendapat informasi langsung meluncur ke TKP dan selanjutnya  mengamankan Waller. Karena luka yang dialami Waller cukup parah, Polisi selanjutnya membawa tersangka ke Puskesmas Pancurbatu. Belum sempat mendapat perawatan, tersangka keburu tewas.

“Pasien tewas akibat luka di kepala dan sekujur badan serta kehabisan banyak darah,” kata  seorang perawat di Puskesmas Pancurbatu.

Kapolsek Pancurbatu Kompol Darwin Sitepu PB ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut.

“Pelaku meninggal setelah mendapat perawatan medis dan keluarganya sudah menjemput dan menolak dilakukan otopsi,” ungkap Kompol Darwin Sitepu.

Kapolsek juga mengatakan, anjing dan ayam yang sempat  dicuri kedua pelaku sudah mati  karena makan roti yang diberi racun oleh kedua pelaku.

“Udah mati pun anjing sama ayamnya, bang. Udah dikubur sama warga tadi,” sambungnya.

1 COMMENT

  1. Tragedy pengadilan massa sudah sangat sering. Banyak masalah sosial yang bisa dimasukkan jadi bahan pemikiran dalam soal ini. Sifat dan kharakter manusia, kultur berbeda tiap daerah, salah satu diantaranya. Ada juga faktor kemiskinan, curi ayam untuk bisa beli uang sekolah atau untuk makan anaknya. Atau jual anjing ke kedai tuak, yang kelihatannya terima juga anjing mati atau ayam mati. Sungguh tragis, pencurinya harus meregang nyawa seperti anjing itu. Ada faktor ‘bisnis’ juga disini.
    Ada satu professor hukum USA bilang bahwa pengadilan melaksanakan pembalasan/dendam bagi korban kejahatan. Disini betul, kalaupun pengadilannya dari massa banyak orang. Pengadilan biasa juga begitu, dibalas dengan hukuman, bahkan juga hukuman mati. Ada juga yang mengatakan bahwa balas dendam merupakan kebutuhan seperti kebutuhan makan minum dsb.

    MUG

Leave a Reply