Setelah Rahang Anggota Dewan Retak Dihantam Botol

2
140

133 Kepala Sekolah Juga Dipungli Rp 1 Juta

imanuel 361
Maju Ginting (celana Jeans) dan Kanit Reskrim Pancurbatu meninggalkan Polsek Pancurbatu

Supir KPUM 23 Sukses Perawani Pacar di Malam Tahun BaruIMANUEL SITEPU. PANCURBATU. Berita tentang anggota DPRD Deliserdang Timur Sitepu Amd yang mendapat penyiksaan dari Maju Ginting (45), warga Desa Sayum (Kecamatan Sibolangit), suami dari Nureni Sinulingga oknum kepala sekolah SDN Desa Sayum, kini menjadi pembicaraan di tengah-tengah masyarakat. Bahkan hal itu juga sampai kepada beberapa kepala sekolah yang ikut dilantik bersama Nureni Sinulingga beberapa hari lalu.


Para kepala sekolah yang ikut dilantik tidak mendukung tindakan suami Nureni Sinulingga. Mereka mengecam keras Nureni Sinulingga yang diduga menyuruh suaminya menghabisi Timur Sitepu. Selama ini, Timur Sitepu yang anggota DPRD Deliserdang ini sangat vokal menyoroti kebobrokan dan indikasi korupsi di tubuh Disdikpora Kabupaten Deliserdang yang dikepalai Hj Saadah Lubis MPd.

Seperti dikatakan salah seorang kepala sekolah yang namanya minta dirahasiakan kepada Sora Sirulo [Jumat 7/3] di bawah ini.

“Memang pelantikan 133 kepala sekolah yang dilakukan sarat kepentingan dan terindikasi korupsi. Bagi kami saja yang ikut dilantik juga ikut dikutip biaya 1 Juta Rupiah padahal telah mengikuti prosedur,” kata Kasek berperawakan sedang ini.

Ia juga menilai tindakan suami Nuraini Simulingga tak patut dicontoh karena melakukan aksi premanisme.

“Wajarlah kalau legislatif mengawasi kinerja eksekutif. Demi kemajuan Kabupaten Deliserdang,” kata pria yang diperkirakan berusia 43 tahun ini.

Kapolsek Pancurbatu Kompol Darwin Sitepu PB SH ketika dikonfirmasi melalui selularnya membenarkan pelaku Maju Ginting telah diamankan. Namun, ketika hendak dikonfirmasi lebih jauh, Kapolsek terkesan buang badan. Saat hendak dipertanyakan lebih jauh, Kapolsek meminta wartawan berkoordinasi dengan Kanit Reskrim AKP P. Samosir. Sayangnya, saat Kanit Reskrim hendak dimintai keterangan lebih jauh melalui pesan singkat enggan membalas.

Sementara, pantauan Sora Sirulo di Polsek Pancurbatu [Jumat 7/3: sekira 14.00 Wib], Maju Ginting yang sudah terbukti melakukan penganiayaan terhadap korban Timur Sitepu tidak ditempatkan di sel tahanan Polsek Pancurbatu, melainkan di ruangan Kanit Reskrim Polsek Pancur Batu AKP P. Samosir. Hal itu terbukti karena Maju Ginting masih memakai celana panjang merek jeans. Biasanya, bila telah masuk sel, tahanan tidak dibenarkan memakai celana panjang. Kesannya, status tersangka terhadap Maju Ginting yang melanggar pasal 351 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara, dianakemaskan oleh petinggi di Polsek Pancurbatu.

Kabar juga tersiar di Polsek Pancurbatu bahwa pihak Polsek Pancurbatu akan menangguhkan penahan terhadap tersangka Maju Ginting. Hal itu dibuktikan dengan terlihatnya sejumlah keluarga tersangka Maju Ginting termasuk istrinya Nureni Sinulingga kasak kusuk ke ruang Kanit Reskrim Polsek Pancurbatu. Sekira Pkl. 15.30 wib, tampak Maju Ginting bersama Kanit Reskrim AKP P Samosir keluar dari halaman Mapolsek Pancurbatu dengan Avanza BK 1871 JH menuju arah Medan.

Di tempat terpisah, tokoh masyarakat Deliserdang Semangat Sembiring Meliala ketika dikonfirmasi secara terpisah mengatakan, kalau tersangka ditangguhkan, dikhawatirkan akan dapat memicu persoalan lebih besar walau meski dibenarkan oleh hukum. Tapi penangguhan bisa orang tidak segan-segan memukul siapa saja. Kalau pun tersangka beralasan sakit, lebih baik dihantarkan ke rumah sakit. Karena kita kawatir alasan sakit, bisa dibuat-buat.

“Saya juga meminta agar Kapolsek Pancurbatu tidak pilih kasih dalam menegakkan hukum,” kata Semangat Sembiring.

2 COMMENTS

  1. Timur Sitepu anggota DPRD berbuat dan bertindak sesuai dengan tradisi Karo penduduk asli Deliserdang, menyelesaikan persoalan dengan mengangkatnya keatas meja, dengan diskusi, musyawarah dan argumentasi ilmiah, bukan dengan memukul rahang orang, bukan dengan fisik. Cara diskusi dan musyawarah dan argumentasi adalah cara tradisi Karo (runggu) dan cara tradisi Indonesia dalam menyelesaikan masalah apa sajapun. Cara fisik main pukul rahang adalah cara asing bagi Karo dan bagi penduduk asli Deliserdang. Cara main pukul adalah cara kultur lain, bukan cara kultur Karo.
    Dalam pristiwa ini terlihat dua mcam kultur, kultur asli penduduk Deliserdang dengan diskusi, musyawarah dan argumentasi dan kultur pendatang di Deliserdang main pukul rahang.

    KEKUATAN DALAM KULTUR

    ”Taneh Karo Simalem, menjadi target selanjutnya. Banyak tanah ulayat yang hilang dan menjadi milik pribadi atau korporasi, kenapa bisa terjadi? Tatanan budaya yang ada sudah luntur, disebabkan oleh apa? Tanpa kita sadari ada gerakan internal (tanpa disadari ikut membantu untuk menghilangkan kearifan lokal), gerakan eksternal orang-orang yang ingin menguasai wilayah Taneh Karo Simalem.” (SAT), http://www.sorasirulo.com/2013/06/19/budaya-dan-lingkungan-apa-pentingnya-gerakan-karo-bukan-batak/

    Apa yang diperbuat Timur Sitepu adalah juga dalam rangka mempertahankan keutuhan kultur dan daerah Karo. Mari orang Karo dan anak-anak muda Karo, gunakan demokrasi internet sejauh mungkin.

    Walikota Surabaya (Risma) dan Bandung (Emil) telah menggunakan teknik informasi internet ini dalam pemerintahan kota, jarak sudah tak jadi soal (lih milis tanahkaro). Perkembangan luar biasa setelah Jokowi.

    “Jika hanya diam saja tak akan ada perubahan”

    MUG

  2. “Timur Sitepu yang anggota DPRD Deliserdang ini sangat vokal menyoroti kebobrokan dan indikasi korupsi di tubuh Disdikpora Kabupaten Deliserdang yang dikepalai Hj Saadah Lubis MPd.”

    Rakyat Deliserdang harus mendukung sepenuhnya semangat dan sikap Timur Sitepu dalam menyoroti kebobrokan dan indikasi korupsi di Disdikpora Deliserdang.
    Kesempatan ini sangat penting, mengubah yang negatif jadi positif, membongkar kobobrokan korupsi dan menegakkan yang benar bagi rakyat Deliserdang.

    Pendduduk Deliserdang harus menggunakan semua media sosial internet untuk beri analisa dan pendapat. Semakin banyak yang ikut dalam ‘pengadilan massal’ dan analisa massal ini pastilah tak ada tempat bagi segelintir yang busuk. Seluruh penduduk dan terutama kepada pemuda Karo di Deliserdang bisa mempelopori gerkan massal internet (FB;HP;email dsb), segelintir orang ini tak akan bisa sembunyi.

    INTERNET adalah LABORATORY BESAR dan RESOURCE BESAR bagi rakyat Karo sebagai rakyat introvert, demi perjuangan keadilannya dan survival kultur budayanya serta DAERAHNYA..

    HIDUPKAN dan KEMBANGKAN KOMUNIKASI INTERNET KARO DI DELISERDANG.

    Komunikasi internet yang lancar dan bagus tak terlawan. Presiden bobrok Tunisia dan Mesir dijatuhkan dengan KOMUNIKASI INTERNET rakyat Tunisia dan rakyat Mesir.

    MUG

Leave a Reply