Merkel Ancam Putin Soal Krim (Ukraine)

1
165

loreta 9LORETA KAROSEKALI. AMSTERDAM. Kembali pertemuan diplomatik tidak menghasilkan apa-apa terkait keadaan di Krim (Ukraine).

Siang tadi [Minggu 9/3], berlangsung pembicaraan antara Putin dengan Kanselir Jerman Angela Merkel dan PM Inggris David Cameron. Dalam pembicaraan ini, Putin mengulangi lagi pernyataannya bahwa Rusia sejauh ini sama sekali belum melanggar hukum internasional. Dia menekankan perihal keinginan parlemen Krim mengadakan referendum menentukan apakah memilih tetap sebagai bagian Ukraine atau menjadi bagian Rusia.

Merkel mengingatkan Putin bahwa referendum ini melanggar hukum internasional. Selanjutnya Merkel menyampaikan kekecewaannya atas tidak adanya komite internasional yang menjembatani penyelesaian masalah di Krim. Dia juga mengancam akan mendorong pembuatan sanksi dari Uni Eropah bila tetap tidak ada penyelesaian.

Sementara itu, pemerintah Ukraine yang baru telah menutup saluran uang ke Pemerintah Daerah Krim. Menurut Wakil PM Ukraine Temirgalijev, simpanan bank mereka telah dibekukan sehingga daerah otonom Krim tidak lagi memiliki dana untuk melangsungkan pemerintahan.

Adapun Pemerintah Daerah Krim telah meminta dukungan ke Moskow untuk memberlakukan peredaran mata uang Rusia roebel di Kepulauan Schier. Minggu depan akan diadakan referendum untuk menentukan apakan Krim tetap sebagai bagian Ukraine atau menjadi bagian Rusia.

Menurut Menteri Luar Negeri Belanda, Frans Timmerman, kepada wartawan di Den Haag kemarin [Sabtu 8/3], diharapkan referendum tidak jadi dilaksanakan karena mendapat tantangan keras dari dunia internasional. Kemungkinan besar Kanselir Jerman Angela Merkel akan memboikot Pertemuan G8-Top di Rusia Juni nanti bila referendum memang betul dilaksanakan.

Sementara itu, didapat kabar bahwa  PM Ukraine Jatsenjoek akan mengadakan kunjungan ke Amerika Serikat minggu depan untuk menjelaskan keadaan saat ini di Ukraine. Belum didapat kejelasan dengan siapa saja Jatsenjoek akan berbicara. Namun, yang pasti, dia akan mengadakan berbagai pertemuan di Amerika Serikat.

1 COMMENT

  1. Bagus sekali soal Ukraina ini diangkat di media Sorasirulo, sebagai media modern yang akan selalu berada didepan dalam perkembangan dunia, dalam politik, sosial serta kultur/budaya yang telah menjadi bahan utama kontradiksi dunia (Huntington, Moisi, Kevin MacDonald, dll).

    Yahya Hassan penyair muda Denmark mengatakan sangat tajam tentang orang-orang itu:

    ” They can’t handle criticism…they’re not interested in dialogue.”

    ‘Orang-orang itu’ dimaksudkan oleh Yahya Hassan ialah orang-orang muslim di ghettonya di Aarhus Denmark, yang tidak menginginkan perubahan sama sekali, tak ingin dikritik kelakuan dan kesalahannya, tak ingin dialog, walaupun banyak kekurangan dan ketinggalan, tetapi selalu ingin menutupi.

    Tetapi kalau kita hubungkan dengan ‘criticism’ dan ‘dialog’ yang dia anggap sebagai ciri khas perkembangan solusi persoalan abad 21, pastilah disini juga bisa dimasukkan pemimpin-pemimpin negara yang sudah ketinggalan jaman, yang masih hidup dalam abad lalu, abad diktatorisme, abad pelanggaran hak-hak azasi manusia, pelanggaran integritas, tak mau mengerti kultur, penyelesaian problem kemanusiaan dengan perang, dengan kekuatan, dengan pukul rahang orang lain dsb, dsb.

    Presiden Ukraina setelah menembaki orang di demo besar lantas melarikan diri. Dia tidak melihat penyelesaian lain, tidak melihat dialog, kritik konstruktif, tidak mengangkat persoalan diatas meja (transapransi).

    Sekarang tidak ada lagi persoalan terutama yang menyangkut nasib orang banyak atau nasib kemanusiaan yang tidak bisa diselesaikan dengan meletakkannya diatas meja dan semua bisa membikin penilaian dengan DEOMKRASI INTERNET yang tidak mempersoalkan jarak antara pendiskusi dan pembicara seluruh rakyat dunia.

    Walikota Surabaya dan Bandung telah mulai memakai demokrasi ini dalam pelaksanaan pemerintahannya. Inilah salah satu perkembangan nyata dalam pemerintahan era teknik informasi internet abad ini.

    Abad 21 adalah abad pencerahan dan dialog. Abad pencerahan tentang masalah HAKIKI kemanusiaan yaitu PERBEDAAN, terutama perbedaan kultur dan way of thinking, perkembangannya dan perkembangan solusi kontradiksinya.

    MUG

    JIKA HANYA DIAM TAK AKAN ADA PERUBAHAN

Leave a Reply