Gedung SMP Bantuan Australia di Kaki Sibuaten Gagal?

0
270

Mata Air Bermunculan di Karo Gugungngguntur purba 174NGGUNTUR PURBA. KABANJAHE. Bangunan gedung SMP di Desa Pancurbatu (Kecamatan Merek, Kabupaten Karo) yang dibangun dari dana bantuan Pemerintah Australia sampai kini terbengkalai dan terancam gagal.

Jumlah bantuan Pemerintah Australia ini sebesar Rp. 1,834.030.000 atau hampir Rp. 2 M. Kepala sekolah dan para stafnya pening tujuh keliling karena pihak konsultan Australia terus mempertanyakan hampir setiap hari tentang kerampungan bangunan ini.

“Sudah dua kali bongkar kusen dan fondasi dasar. Sekarang, rekening sudah diblokir,” tutur Kepala SMPN 2 Satu Atap, Bahtera Nainggolan.

“Sudah 900 juta rupiah dana bantuan ini dicairkan, tapi pihak pemborong yang juga adalah Komite Sekolah lambat menanganinya sehingga tukang yang bekerja menjadi berkurang,” jelas Bahtera atas keterlambatan perampungan gedung sekolah ini.

Pembangunan gedung sekolah yang terletak persis di kaki Gunung Sibuaten, tempat tinggal Raja Umang dan Beru Buaten (Putri Sibayak Ajinembah)  ini, tidak terkait APBD Kabupaten Karo kecuali Dinas Pendidikan Kabupaten Karo. Menurut Nainggolan, dana pembangunan ini merupakan hasil lobinya ke Pusat bersama bekas Kajari Kabanjahe di masa lalu.

“Syaratnya hanya saya siapkan lokasi, anggaran langsung ada. Proyek ini dimulai 28 Maret 2013 yang seharusnya siap 31 Desember 2013. Kalau dengan pekerjaan seperti ini, tahun ini pun  tidak akan siap bahkan terancam gagal,” tegas Nainggolan.

ngguntur purba 176
Click foto untuk ukuran besar

Dalam pantauan Sora Sirulo, ada tertulis di plank proyek Kemitraan Pendidikan Australia Indonesia, Austalian Aid. Nama program adalah Pembangunan Unit Sekolah Baru. Pekerjaan: Pembangunan Unit Sekolah Baru SMPN 2 Merek. Sumber dana: Pemerintah Australia. No SPPB/ BAYA : ……/ Rp. 1,834.030.000.00-,.  Waktu pelaksanaan: 110 hari kalender (6/8/ 2013 s/d 31/12/2013). Konsultan CM: PT Supernova Jaya Mandiri.

Leave a Reply