Cara Baru Periksa Kanker Usus Besar

0
253

loreta 14LORETA KAROSEKALI. AMSTERDAM. Kanker usus besar adalah satu diantara beberapa jenis kanker yang paling banyak menimpa orang-orang Belanda. Selama ini, pemeriksaan untuk memastikan apakah seseorang mengidap penyakit ini dilakukan dengan endoskopi. Baru-baru ini, para peneliti dari Rumah Sakit Vrij Universiteit Medisch Centrum (VUmc) menemukan alat baru yang jauh lebih nyaman bagi pasien.

Endoskopi adalah sebuah selang yang dilengkapi dengan kamera video mini dan jarum untuk menyedot cairan dari dinding usus besar. Alat ini dimasukkan ke usus besar melalui dubur. Gambar yang terekam oleh kamera dapat dilihat langsung di monitor sedangkan cairan dari dinding usus besar yang disedot diperiksa kemudian di laboratorium.

Pemeriksaan dengan cara endoskopi sangat tidak mengenakkan. Semakin jauh selang memasuki usus besar, terasa perut semakin kembung. Ini terjadi karena kamera menekan udara yang ada di dalam usus besar sehingga udara di dalam usus besar semakin padat. Layaknya ban sepeda yang terus dipompa, udara yang semakin padat di usus besar membuat usus besar semakin kembung dan ada perasaan seolah-olah usus besar bisa saja meledak.

Alat yang baru ditemukan oleh VUmc jauh lebih nyaman. Tersangka pengidap kanker usus besar cukup mengirimkan tinjanya ke rumah sakit untuk diperiksa di laboratorium. Pemeriksaan dilakukan untuk menemukan di dalam tinja sejenis protein yang diproduksi langsung oleh kanker usus besar. Bila protein ini ditemukan di tinja seseorang, dapat dipastikan dia mengidap kanker usus besar.

Prof. Gerrit Meijer dari VUmc yang memimpin penelitian mengumumkan penemuan baru ini hari ini [Kamis 13/3]. Menurutnya, penemuan baru dapat menurunkan kasus kanker usus besar sebanyak 35%.

menselijk, spijsverterings, Systeem, Groot, Darm, rood, gekleurde, -, close-up - csp18798583“Test yang sudah dilakukan berhasil menemukan 70% kasus kanker usus besar dan 20% kasus bisul usus besar yang merupakan stadium awal dari kanker usus besar. Alat baru ini sudah dapat memastikan 100% seseorang positip mengidap kanker usus besar dan 40% berhasil menemukan bisul usus besar yang merupakan stadium awal kanker usus besar,” papar Meijer.

Test dilakukan sejak Januari 2014 dengan mengundang orang-orang berusia antara 55 dan 75 tahun yang menemukan darah di tinjanya untuk mengirimkan tinjanya ke tim peneliti.

Meski penemuan ini pada prinsipnya mudah diterapkan, Meijer meramalkan, baru setelah 5 tahun cara baru ini dapat menggantikan cara lama.

Leave a Reply