Kolom M.U. Ginting: Antara Putin dan Cromwell

0
183

M.U. GintingRussian servicemen disembark from a vehicle at the Belbek airport in the Crimea region.Hampir 350 tahun lalu (1649), serdadu Oliver Cromwell dari Inggris datang menduduki Irlandia. Mereka membuat peraturan sendiri atas rakyat Irlandia dan membantai rakyat Irland sampai 50% mati.

Bahkan ada sejarawan yang menulis sampai 5/6 rakyat Irlandia dibantai saat itu. Irlandia jadi jajahan Inggris, penduduknya tinggal sedikit. Yang tak dibantai diasingkan ke Australia, dan sampai sekarang juga terlihat sebagian penduduk Australia berasal dari Irlandia. Jelas sekali mereka bisa dibedakan dengan orang-orang Inggris yang tinggal di Australia.

Itulah sejarah.

Tahun 2014 Krim diduduki oleh militer Rusia, bikin peraturan sendiri dan mau menyatukan Krim dengan Rusia lewat referendum. Referendum kalau diawasi dengan laras senapang, itu sama dengan referendum era Suharto, referendum fasis militer.

Untunglah Cromwell tak bikin referendum. Kalau bikin, maka samalah dengan Putin. Kelebihan Putin dari Cromwell, ya itu, Putin sudah tahu apa itu referendum, Cromwell belum tahu. Itulah 350 tahun perubahan dan perkembangan Putin. Tapi tak cukup, sebelum Putin mengerti sepenuhnya perkembangan sekarang.

Kita bisa melihat bedanya yang lain dengan 350 tahun lalu, Cromwell dengan Putin. Cromwell tak berargumentasi, tapi bikin pertumpahan darah. Putin tak berani atau belum berani bikin pertumpahan darah, tetapi juga tidak berani atau belum berani bikin dialog dan argumentasi. Inilah proses thesis-antithesis-synthesis dalam sejarah perkembangan manusia dan perkembangan pikiran manusia.

Sekiranya Putin hidup 350 tahun lalu, dia akan bikin seperti Cromwell. Sekarang, dia hidup di dunia yang sudah berubah, dunia abad 21. Dia sedang dalam fase antithesis, ikut Cromwell atau ikut perubahan perkembangan dunia abad 21 dalam penyelesaian soal-soal kemanusiaan, yang dalam tingkat sekarang pada dasarnya adalah soal KEADILAN.

Leave a Reply