Mengaku Pasutri, Kereta Vario Milik Nurasyiah Dilarikan

1
153

Supir KPUM 23 Sukses Perawani Pacar di Malam Tahun Baruimanuel 376IMANUEL SITEPU. DELITUA. Malang nasib Nurasyiah (45), warga Jl. M. Basyir, Kelurahan Pangkalan Mansyur (Kecamatan Medan Johor). Keretanya yang mau dijual malah dilarikan orang yang mengaku pembeli di rumahnya [Jumat 14/3: pagi sekitar 10.00 Wib].


Informasi diperoleh Sora Sirulo [Jumat 14/3: 14.00 Wib] saat korban dan suaminya membuat pengaduan menyebutkan, kejadian ini bermula saat korban sore kemarin [Kamis 13/3: sore] didatangi dua orang pria. Kedua pria ini menanyakan apa benar korban mau menjual kereta Vario BK 6607 AGK. Karena memang mau jual, korban menjawabnya benar.

Setelah mendapat jawaban, kedua laki-laki yang tidak dikenalnya  tadi pergi. Sebelum pergi, salah seorang dari laki-laki tadi mengatakan kepada korban kalau dia berminat membeli kereta itu. Namun, ia harus meminta persetujuan dari istrinya. Oleh karena itu, besoknya (Jumat) ia akan melihat kembali kereta tersebut.

Ternyata benar, salah seorang laki-laki tadi datang bersama seorang perempuan dan mengaku sebagai istrinya. Setelah mengobrol beberapa saat, laki-laki tadi menawar dan terjalin kesepakatan  harga sepeda motor korban dihargai Rp 12,5 juta.

Karena sudah ada kesepakatan, laki-laki yang belum diketahui identitasnya ini meminta kunci kontak dan STNK dengan alasan mau mengecek nomor rangka dan kondisi mesin.  Karena sudah percaya, korban memberikan kunci kontak dan STNK yang diminta laki-laki tadi. Setelah diberikan, ternyata laki-laki tadi pergi begitu saja meninggalkan perempuan yang diakuinya sebagai istrinya tadi.

Setelah ditunggu hingga beberapa jam, laki-laki tadi tidak kembali. Tahu kalau sudah menjadi korban penipuan, korban bersama suaminya membawa perempuan tadi ke Polsek Delitua dan sekaligus membuat laporan.

Setelah berada di Polsek Delitua, perempuan yang dibawa korban tadi diketahui bernama Venty Fran br Sinulingga (35) warga Jl. Jamin Ginting, Ladang Bambu (Kecamatan Medan Tuntungan). Venty mengaku kalau dia baru kenal dua minggu dengan laki-laki yang membawa kereta korban di salah satu oukup di Jl. Jamin Ginting. Ia juga mengaku disuruh untuk mengaku sebagai istrinya untuk mengelabui korban. Meskipun demikian, Venty tetap ditahan oleh aparat kepolisian. Ia diduga ikut sebagai sindikat penipuan dengan berkedok pura-pura membeli kereta.

Venty yang dikonfirmasi wartawan mengatakan, ia juga tidak tau kalau laki-laki yang baru dikenalnya dua minggu lalu merupakan pelaku penipuan.

“Saya tidak tau kalau dia berniat menipu,” ujar Venty sedih.

Kapolsek Delitua Kompol Wahyudi SiK yang dikonfirmasi  melalui Kanit Reskrim Iptu Martualesi Sitepu SH MH membenarkan kejadian penipuan yang dialami  Nurasyiah.

“Saat ini, perempuan yang diketahui bernama Venty Fran Br. Sinulingga diduga salah satu pelaku telah kita ringkus dan masih dalam tahap pemeriksaan,” ujar Kanit.

1 COMMENT

  1. Hati yang jujur dan kejujuran selalu dimanfaatkan oleh orang tak jujur.
    Yah yang namanya penipuan, jalan ini juga ‘jalan bagus’ dan ringan.
    Apakah karena jujur jadi kurang kewapadaan?

    MUG

Leave a Reply