Sumur Kering Akibat Kemarau

1
137

jujurenJUJUREN SITEPU. MEDAN. Akibat kemarau panjang sejak Januari 2014, warga Kota Medan mengalami kesulitan air.

Sebagaimana Sora Sirulo mengamatinya di Perumahan Simalingkar dan Desa Simalingkar B (Kecamatan Medan Johor), banyak sumur bor yang mengering. Warga mengalami kesulitan untuk memasak dan terutama sekali untuk mandi serta mencuci pakaian.

“Memang, untuk masak dan minum kita bisa beli air isi ulang. Tapi, untuk mandi dan mencuci pakaian kan berat di biaya kalau menggunakan air isi ulang,” kata seorang ibu rumah tangga di Perumahan Simalingkar yang beru Karo ini.

Untuk mengatasi masalah mandi ini, warga kadang menumpang mandi ke rumah tetangga yang kebetulan memiliki air. Tapi, sebagaimana Beru Karo itu menuturkan, kadang mencuci berjamaah ke Lau Belawan (Sungai Tuntungan) sambil mandi-mandi di sana.

“Apalagi sejak kemarau panjang ini udarapun sangat panas. Mencuci bersama ke Lau Belawan dan mandi-mandi di sana sekalian mengurangi kegerahan akibat panas terus sepanjang hari,” kata Beru Karo tadi kepada Sora Sirulo.

Bukan hanya kewalahan dalam urusan rumah tangga sehari-harinya, tanaman-tanaman juga mengalami masalah akibat kekeringan. Banyak tanaman warga yang bertani mati kekeringan ataupun, kalau tumbuh, tidak memberi hasil panen yang memuaskan.

1 COMMENT

  1. Semakin banyak hutan hilang, dibabat atau dibakar, semkin sedikit hujan, semakin panjang musim kemarau. Pernyataan ini tak perlu diragukan. Cuaca tak menentu, kemarau panjang atau hujan bikin banjir semakin sering tak bisa diduga-duga lagi.

    Hentikan babat hutan
    Hentikan bakar hutan
    Ambil inisiatif sekarang juga untuk itu

    “Jika diam saja tak akan ada peruabhan”

    Inisiatif hari ini, akan bikin perubahan hari ini
    Inisiatif besok, akan bikin perubahan besok
    Inisiatif tahun depan, bikin perubahan tahun depan

    Tak ada inisiatif, pembabat hutan dan pembakar hutan tetap saja bikin inisiatif.

    MUG

Leave a Reply