Murni Surbakti Melanglang Buana dan Kembali ke Lagu Karo

2
948

murni surbakti 5SRI LAZUARI. DEN PASAR. “Merdi dan aku saling kenal sejak di ajang lomba nyanyi “Cipta Pesona Bintang” Rita Nasution 1992 di RCTI. Sejak itu, aku mulai nyanyi keliling Indonesia dan even-even kenegaraan seperti ke Sydney, Singapore, Malaysia, dan Brunai Darusalam,” tutur Murni br Surbakti ketika Sora Sirulo menanyakan bagaimana awal ceritanya dia ikut bersama rombongan designer ternama Merdi Sihombing ke New York (USA) baru-baru ini.

Tahun 2013 lalu, Murni dan Merdi bertemu lagi secara kebetulan di Jakarta. Kebetulan pula Merdi mendapat undangan dari Stiny Brook University di Long Island, New York, untuk melakukan pameran di sana.

“Merdi mengajak aku untuk menyanyikan lagu-lagu Karo dalam acara pembukaan workshop yang dipimpinnya. Workshop ini disponsorin oleh Pak Sapta, Wamen Parekraf,” kata Murni.

Sejak pertemuan itu, Murni tetap meneruskan hobinya menyanyi di Jakarta, sedangkan Merdi kuliah ambil bidang Textile.

Di tahun 2.000, bersama Elfa Secioria, Murni menelorkan sebuah album berjudul Pesta Dansa. Di tahun itu juga, dia mengikuti Olympic Choir di Linz – Vienna (Austria) bersama Elfa Secioria Choir yang menggondol Grand Prize untuk kategori Jazz, Juara 1 dari dari 86 negara peserta.

Di tahun 2002, Murni pindah dan menikah. Kegiatan menyanyi berkurang.

“Tapi, setiap aku medampingi suami keliling, selalu bernyanyi untuk private party, seperti halnya di Caribia (Mustique Island), Amsterdam, dan Lisabon,” ujarnya.

Beru Surbakti ini ikut main Jegog dan menyanyi kolaborasi dengan penyanyi Afrika, Selena Pereira. Dia juga rekaman 1 lagu di New York dengan Patrick Grant (2001).

Di tahun 2009, ada partner bisnis suaminya, pasangan dari Belanda dan Jerman, yang punya 93 anak asuh di Phnom Penh, Palm Tree Foundation. Murni mengajar anak-anak ini bernyanyi. Untuk itu, dia datang setiap 6 bulan sekali ke Phnom Penh.

Di tahun 2011, Murni ke Roma dan Milan untuk menghadiri peringatan Hari Kemerdekaan RI di sana sekalian mempromosikan batik dari Yayasan Akar Wangi.

“Juga teman kita yang punya yayasannya. Dia orang Italy tapi sudah lama tinggal di Indonesia. Yayasan itu juga membantu membantu anak-anak miskin di Yogja. Rombongan ke Italy bersama designer Oscar Lawalata dan Auguste Soesastro,” tutur Murni mengenai keberangkatannya ke Italy di tahun 2011.

murni surbakti 7
Workshop tenunan di New York

Setelah puluhan tahun bernyanyi ke sana ke mari, sampailah pada satu titik dimana Murni br Surbakti mau berkarya lagu-lagu Karo. Di tahun 2013, dia menghubungi Ramona Purba untuk membuat proyek musik Karo menjadi world music dengan firing I musik traditional Karo.

“Lengkap dengan pemainnya aku undang ke Bali. Kita memilih lagu-lagu Karo lama dan klasik untuk diarangemen ulang. Sebagian saya tambah alat musik non Karo seperti jimbe Afrika dan sitar India. Rekamannya masih 75% dan saya ketemu Merdi tahun 2013 di Jakarta tak sengaja,” tutur Murni menjawab pertanyaan Sora Sirulo tentang asal muasal keberangkatannya bersama Merdi ke New York.

 

Di bawah ini kita bisa tonton secuplik penampilan Murni br Surbakti di New York saat menyanyikan lagu Musuh Suka.

2 COMMENTS

Leave a Reply