600 mahasiswa Karo Terancam Putus Kuliah

0
150

 

edi sembiring 25
Metamorfosa Erupsi Sinabung karya Coan Veriyanto Purba ditampilkan di acara Tanah Karo Menangis [Sabtu 29/3] (klik foto untuk ukuran besar)

edi sembiring 6EDI SEMBIRING. JAKARTA. Ada 600 mahasiswa/i asal Taneh Karo yang saat ini kuliah di berbagai universitas di Indonesia sedang terancam putus kuliah.

Demikian disampaikan oleh Ketua Panitia “Rajutan Kasih Sinabung Menangis,” Cahaya Purba, di Anjungan Sumatera Utara Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur [Sabtu 29/3: Malam]. Cahaya beserta timnya telah mengunjungi lokasi bencana erupsi Sinabung. Kesimpulan yang mereka peroleh bahwa erupsi masih terus berlangsung. Kampung-kampung di radius 5 km dari Sinabung, masih dihujani hujan debu. Tetapi relokasi belum jelas.

“Ibu-ibu menangis, mereka berkata: ‘Tolong anak kami. Kami sanggup makan indomie 2 kali sehari. Kami tak sanggup memikirkan sekolah anak kami di perantauan.’ Untuk itulah kami memperioritaskans aksi untuk mendukung sekolah mereka,” kata Cahaya Purba dalam kata sambutannya.

Malam pengumpulan dana dalam pagelaran “Rajutan Kasih untuk Pengungsi Sinabung,” didukung oleh pemusik, penyanyi dan penari asal Sumatera Utara. Sambung menyambung panggung terisi. Mereka mencoba menggugah hadirin dan para dermawan untuk menyumbangkan uangnya bagi aksi penggalangan dana ini. Salah satu caranya adalah dengan membeli foto-foto yang bercerita tentang derita penduduk kaki Gunung Sinabung saat erupsi berlangsung.

Di panggung, lagu Seroja dilantunkan oleh Darmansyah Ismail Ginting. Rentak Malayu hadir bersama lagu Sri Mersing oleh Rani Dahlan, dan Cikala Pongpong oleh Aldy Mozaid. Berikutnya dari tuan rumah tempat perhelatan ini diadakan, tari Betawi berjudul Gambang ditampilkan oleh sanggar Betawi Kota Bambu, monolog “Kecoa” yang dilanjutkan dengan dramatisasi “Simponi Alam Berkabung” oleh Ratu Matumona (Teater Koma) dan teater Bumi Kalamtara.

Kemudian, lagu-lagu Dedeng dari Simalungun oleh Jane Maldy Saragih, O Nande oleh Kartika Sembiring, dan Aron oleh Santa Hoki Ginting. Setelah lagu-lagu ini, dimunculkan pementasan “Metamorfosa Erupsi Sinabung” oleh Rudang Mayang bersama Mulianta Surbakti dan Agustina Pelawi. Disusul lagu Mbiring Manggis oleh Tio Fanta Pinem.

Lagu Taneh Karo Simalem oleh Tio Fanta Pinem beserta artis pendukung mengakhiri acara hiburan yang kemudian disusul dengan Penutupan.

Leave a Reply