Dihipnotis, Beru Sinuraya Kehilangan Rp. 8,6 Juta

0
140

bernard pangariabunBERNARD PANGARIBUAN. KABANJAHE. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) warga Merek menjadi korban hipnotis di Pusat Pasar Kabanjahe [Kamis 3/4: sekitar 14.00 WIB]. Akibatnya, ia kehilangan dompet berisi uang tunai Rp 8,6 juta beserta surat-surat penting. Kejadian ini langsung dilaporkannya ke Polres Tanah Karo untuk pengusutan pihak berwajib.

Hal ini disampaikan korban Satna Tantry br Sinuraya didampingi kuasa hukumnya Faudu Halawa di Mapolres Tanah Karo usai melaporkan kejadian tindak pidana kejahatan yang dialaminya.

Menurut Satna, kejadiannya tiba-tiba saja tanpa ada rasa curiga dan firasat buruk. Ketika ia berkunjung ke Kabanjahe untuk suatu keperluan mengecek kesehatan suaminya serta mengirimkan uang via bank untuk biaya sekolah anaknya yang tinggal di luar Kabupaten Karo. Karena urusan belum semuanya selesai, sehingga dia harus menunggu, Satna menyempatkan diri berbelanja ke Pasar Kabanjahe. Persisnya, di sekitar kios darurat  Jl. Abdul Kadir Kabanjahe, tempat penjual pakaian loak.

Saat asyik memilih bahan pakaian, korban tidak menyangka ada seorang ibu perawakan biasa yang juga berpura-pura ikut memilih bahan pakaian. Perempuan itu kemudian mengapit korban. Menurut pemilik dagangan dan warga sekitar,  Satna tiba-tiba saja menjadi linglung dengan wajah pucat selama 10 menit.

Setelah agak siuman, Satna menyadari dirinya telah menjadi korban hipnotis dari seorang ibu yang berada di sampingnya tadi. Ini terutama diyakininya setelah melihat reseleting tas tangannya terbuka  setengah bidang dan dompet yang tersimpan di dalamnya sudah lenyap.

Dengan rasa sedih, korban langsung menelpon kuasa hukumnya yang berdomisili di Kabanjahe untuk menolong dan mengantarkannya ke Kantor Polres Tanah Karo untuk melaporkan kejadian kriminal yang dialaminya ini.

Ia mengaku kehilangan satu buah dompet berisi uang tunai Rp 8,6 juta beserta KTP, buku tabungan bank dan CU Sondang Nauli Kabanjahe, kartu asuransi Prudential dan surat-surat penting lainnya. Korban berharap pihak Polisi dapat meringkus pelakunya demi rasa aman dan nyaman warga Tanah Karo.

Leave a Reply