Warga Protes Penutupan Akses ke Kaki Sinabung

0
200

Mata Air Bermunculan di Karo Gugungngguntur purba 200NGGUNTUR PURBA. NAMANTERAN. Sebagian warga pengungsi masih ingin memasuki Kawasan Rawan Bencana atau Zona Merah di radius 5 km dari kawah Gunung Sinabung untuk melakukan aktivitas pertanian di sana.

Mereka melakukan aksi protes saat akses ke Kawasan Rawan Bencana (KRB) yang berada di desa mereka ditutup dan dijaga ketat oleh Satgas Tanggap Darurat. Kawasan Radius 5 Km Gunung Sinabung ini masih mengancam keselamatan jiwa manusia. Aktivitas kegempaan dan guguran lava pijar yang disertai awan panas masih terus terjadi. Sampai saat ini, Badan Geologi masih merekomindasikan Status Awas dan warga harus mensterilkan Radius 5 km Gunung Sinabung.

Walau dilarang memasuki kawasan berbahaya lereng Gunung Sinabung, warga masih ingin beraktivitas di lahan pertanian dan pemukiman yang telah ditinggalkan. Mengantipasi kembali terjadi korban jiwa, Satgas Tanggap Darurat yang terdiri dari anggota TNI dan Polri kembali menutup dan menjaga ketat akses ke desa-desa yang berada di zona bahaya radius 5 km. Akan tetapi, penutupan akses ke Kawasan Rawan Bencana diprotes oleh warga pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung.

Seratusan warga bersikeras ingin memasuki Desa Sukanalu, Singgarang-garang, dan Laukawar (semuanya di Kecamatan Namanteran). Mereka ngotot miminta aparat untuk membuka portal. Antrian panjang kenderaan warga terlihat di depan portal. Namun, protes warga tak diindahkan oleh Satgas Tanggap Darurat yang terdiri dari aparat TNi dan Polri ditambah aparatur Pemerintah Kecamatan Namanteran. Mereka berusaha menenangkan warga dan menghimbau agar kembali ke Posko Pengungsian karena Gunung Sinabung sewaktu- waktu bisa meletus lagi.

Menurut warga mereka ingin tetap beraktivitas di lahan pertanian untuk membenahi rumah dan lahan pertanian serta memanen sisa-sisa tanaman di ladang. Sebahagian warga juga berencana mengumpulkan debu vulkanik untuk dijual.

Leave a Reply