Di Medan, Pemilih Antusias Datangi TPS

1
181

alexander firdaustALEXANDER FIRDAUST. MEDAN. Warga Medan tampak antusias mendatangi Tempat-tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menyampaikan aspirasinya mencoblos calon anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/ Kota dalam Pemilu Legislatif yang berlangsung secara serentak di Indonesia [Rabu 09/04].

Dari pantauan Sora Sirulo di sejumlah TPS di Medan, terlihat warga mulai berkumpul sejak 07.00 WIB, meskipun pelaksanaan pemungutan suara di TPS tersebut baru dimulai sekitar 08.00 WIB.

Sebelum pelaksanaan pemungutan suara dimulai, terlihat pula para petugas KPPS terlebih dahulu melakukan sumpah dan janji, serta dilanjutkan dengan pembukaan kotak suara, penghitungan surat suara dan sosialisasi pencoblosan. Sejak 08.00 WIB, terlihat pemungutan suara dimulai dengan cara menyerahkan surat undangan Model C6. Kemudian, petugas KPPS memanggil satu per satu warga untuk mengambil empat surat suara dan mencoblos di bilik suara yang sudah disediakan.

Seorang warga pemilih, Intan Br Ginting di salah satu TPS di Jl. Dr. Mansyur, Medan, mengaku turut antusias mengikuti proses pencoblosan yang berlangsung hari ini. Intan mengakui mengakui juga melihat banyak warga lainnya turut antusias seperti dirinya dalam mengikuti proses pemilihan.

“Saya sempat bingung ketika hendak mencoblos, tapi saya antusias mengikutinya. Begitupun, saya melihat warga cukup antusias untuk mendatangi TPS di sini,” ujarnya.

Hingga berita ini dinaikkan, tampak setiap TPS yang terpantau oleh Sora Sirulo telah ditutup. Beberapa diantara TPS tersebut terlihat telah mulai melakukan proses penghitungan suara.

1 COMMENT

  1. Bahwa banyak berita dimana pemilih antusias mendatangi TPS adalah satu tanda yang menggembirakan, berarti kali ini Golput akan berkurang, berarti kesadaran politik orang banyak meningkat walaupun semakin banyak juga yang membenci keadaan dimana elit dan partai-partainya banyak korupsi.

    Pileg 2009 banyak Golput karena jengkel terhadap elit korup dan penipu Sekarang orang jengkel dengan memilih yang ‘tidak disukai’ elit atau partai yang dibenci. Jadi ada semacam ‘dorongan’ untuk bikin perubahan dengan jalan demokratis, memilih yang dianggap lebih baik atau bisa memperbaiki.

    Pikiran ‘dorongan’ ini bisa muncul karena banyak dibantu oleh klarifikai/pencerahan lewat media sosial internet, banyak yang sampai ke akar rumput dan yang ikut memilih datang ke TPS. Umumnya mereka ini pastilah sudah ada ‘pengetahuan umum’ soal calegnya maupun soal partainya dari informasi-informasi yang tersedia di internet media sosial dan dikerahkan oleh orang banyak pula. Mereka tidak buta atau merasa dipaksa seperti pada era Orba. Golput lalu sekitar 29 % (2009) dan 23% (2004), mudah-mudahan sekarang berkurang. Kelihatannya memang berkurang dari berita-berita yang antusias seperti di SS ini sampai pengungsi Sinabung pun sangat antusias ke TPS darurat.

    Semoga

    MUG

Leave a Reply