Tumbuhan Liar Penyembuh Penyakit Maag Khas Karo

0
532

Oleh: Brandy Karo Sekali (Medan)

 

Di zaman dulu, ketika keberadaan obat-obatan kimia belum banyak ditemukan, para nenek moyang masyarakat Karo telah mengandalkan obat-obatan tradisional untuk mengatasi berbagai penyakit. Salah satu tanaman yang kerap digunakan untuk mengatasi penyakit adalah sabi kuda atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan nama Sintrong (Crassocephalum crepidioides).

Sabi kuda merupakan sejenis tumbuhan anggota suku Asteraceae. Tanamn ini umumnya ditemukan liar sebagai gulma di tepi jalan, di ladang, bahkan di pekarangan rumah. Menurut informasi, tumbuhan liar ini berasal dari daerah Afrika tropis, dan kini telah menyebar ke seluruh wilayah tropika di Asia termasuk Indonesia. Khusus di Indonesia, kabarnya, gulma ini tercatat pertama sekali dijumpai di daerah Karo, Sumatera Utara sekitar tahun 1926.

Sesuai dengan kepercayaan Karo secara turun-temurun, tumbuhan sabi kuda ini dapat digunakan untuk mengatasi penyakit maag dengan cara pengolahan yang sederhana dan dicampur dengan gambir yang umumnya digunakan untuk memakan sirih. Cara pengolahannya dapat dilakukan dengan memerah air yang terdapat pada daun sabi kuda dan menampungnya pada wadah berupa gelas. Air perasan daun sabi kuda kemudian dicampur gambir yang terlebih dahulu telah dihaluskan. Untuk 1 gelas air daun sabi kuda, dicampurkan gambir halus dengan ukuran sekitar 10 gram.

Air daun sabi kuda yang telah dicampur dengan gambir kemudian diaduk hingga merata, serta sudah siap untuk dikonsumsi dengan ukuran 1/2 gelas sekali minum, dan diterapkan sebanyak 3 kali sehari.

Terapkan obat ini selama 3 hari secara berturut-turut untuk mengetahui khasiatnya. Setelah mengkonsumsi ramuan ini, gejala penyakit maag akan mengalami penurunan. Silahkan lanjutkan diminum hingga 5 hari. Apabila tidak ada gejala perbaikan, sebaiknya segera hubungi dokter terdekat.

Leave a Reply