3 Orang Karo Dipastikan Lolos ke DPR RI dari Dapil Sumut

2
360

brandy 92BRANDY KARO SEKALI. MEDAN. Dari hasil rekapitulasi penghitungan suara yang telah dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Utara, tercatat 3 nama caleg Karo yang berpeluang besar terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut I dan Sumut III.

Menurut penetapan hasil Pemilihan Legislatif yang dilakukan melalui rapat pleno KPU Sumut di Medan hingga Jumat [25/4] dinihari, ketiga caleg Karo yang berpeluang besar menjadi anggota DPR RI tersebut adalah Tifatul Sembiring (PKS) dari Dapil Sumut I, Delia Pratiwi Sitepu (Golkar) dan Rudi Hartono Bangun (Demokrat) yang masing-masing berasal dari dapil Sumut III.

Adapun Dapil I Sumut meliputi Kota Medan, Deliserdang, Serdang Bedagai dan Tebing Tinggi. Dapil III Sumut meliputi Asahan, Tanjung Balai, Pematangsiantar, Simalungun, Pakpak Barat, Dairi, Karo, Binjai, Langkat, dan Batubara.

brandy 88Caleg petahanan, yakni caleg PKS Tifatul Sembiring, memastikan lolos ke Senayan Jakarta setelah berhasil memperoleh 74.510 suara dari Dapil Sumut I. Adapun Delia Pratiwi Sitepu memperoleh 127.845 suara dari Dapil Sumut III, serta Rudi Hartono Bangun meraih 49.023 suara dari Dapil Sumut III.

Kepastian caleg yang akan lolos sebagai anggota DPR RI ini akan diumumkan oleh KPU Mei mendatang melalui Rapat Pleno, sekaligus menentukan Bilang Pembagi Pemilih (BPP) dari suara sah Parpol yang lolos parliamentary treshold sebesar 3,5 persen.

2 COMMENTS

  1. Dengan hasil pemilu 2014 terlihat bagaimana orang-orang Karo melibatkan diri di ‘luar kandangnya’ sendiri. Ini menunjukkan pemikiran Karo yang luas dan universal. .Mereka ini membuat sejarah tersendiri bagi Karo sebagai suku berdiri sendiri dengan IDENTITAS spesifik. Suku ini punya kelebihan luar biasa dalam menyesuaikan diri dan selalu disambut dengan ichlas oleh penduduk setempat dimanapunh dia bermukim.

    “Mari khalayak Karo yg merasa dirinya pantas untuk mengenalkan dirinya ke public melalui memoir atau biografi agar segera mengupayakannya, bukan utk ketenaran dan kebanggaan diri tetapi utk menginspirasi org lain dan menguatkan sosok Karo di masyarakat. Mari masing2 kita bikin sejarah.” (RGM)

    Sejarah Karo adalah sejarah yang dibuat oleh orang-orang Karo.
    Patimpus membikin sejarah memulai kota Medan,
    Datuk Sunggal Surbakti membikin sejarah perjuangan melawan pemerintah kolonial yang merampok wilayah subur orang-orang Karo di Sumatra khusunya di daerah Sumatra Timur pada abad 19. Perang ini adalah perang perlawanan kolonial yang paling lama di negeri ini.

    Kiras Bangun, Djamin Ginting, Selamat Ginting dan banyak lainnya bikin sejarah yang tak terlupakan bagi rakyat Karo dan rakyat Indonesia dalam perjuangan mereka yang gigih dan tanpa pamrih melawan penjajah, hanya demi kemerdekaan negeri ini. Ketika puncak perang kemerdekaan masa agresi 1 dan agresi 2 bahkan seluruh rakyat Karo ikut ambil bakian dengan suka rela mengorbankan jiwa dan hartabendanya (bumi hangus) sehingga muncul penghargaan dan pujian yang sangat tinggi dari wk presiden Hatta menyatakan orang Karo adalah pahlawan perjuangan kemerdekaan ditulis dalam suratnya kepada rakyat Karo 1948.

    Sejarah kemanusiaan adalah sejarah ide dan kharakter manusia dalam pernyataan yang digerakkan dan dicetuskan dalam kejadian-kejaidan sejarah. Orang Karo dengan kharakter yang sangat percaya akan ide-idenya yang berguna bagi kemanusiaan dan perkembangannya, itulah yang sudah sering terlihat, dan sampai sekarang masih terus berjalan dalam proses mengikuti perubahan dan perkembangan manusia, dalam dunia pikiran dan dalam kenyataan. Kultur dan budaya Karo yang sudah terbukti tertua di dunia yang pernah ditemukan (7400 th) telah berhasil membentuk kharakter Karo yang universal dengan dialektikanya yang sudah tinggi dan yang sekarang sangat kompatibel dengan perkembangan dunia dan kemanusiaan.

    Perubahan dan perkembangan dalam soal leadership yang sesuai dengan demokrasi etnis Karo, perubahan dunia dari kekerasan ke DIALOG sesuai dengan penyelesaian solusi dalam ‘runggu rakut sitelu’, serta dalam win win solution yang orang Karo bilang ‘sikuningen radu megersing, siagengen radu mbiring’.

    Pandangan hidup Karo yang sudah tua itu mengakui dan semakin mendalami dalam era modern ini, bahwa perubahan selalu didorong oleh kontradiksi dalam proses yang dialektis, digambarkan dalam dialektika Karo kuno ‘seh sura-sura tangkel sinanggel’ dan yang 5000 tahun kemudian oleh Hegel disebut tesis-antitesis-syntesis. .

    MUG

  2. Bila sekitar 1 Juta populasi orang Karo global diwakili 3 – 4 orang Karo yg berhasil duduk di Senayan adlh hasil yg bagus, dengan asumsi setiap 200.000 – 250.000 penduduk diwakili 1 anggota DPR hasil Pileg 2014. Apalagi beberapa org Karo tampaknya berhasil mendududi kursi DPRD di berbagai daerah di Indonesia. Ini menandakan org Karo bukan jenis manusia jago kandang.

Leave a Reply