Kolom M.U. Ginting: Situs Mendagri dan Karo Bukan Batak

4
202

M.U. Ginting muginting 89Di situs Mendagri bagian Provinsi SUMATERA UTARA, yang disebut ’Batak’ hanya ‘Batak Toba’. Selain Toba tak ada lagi Batak lain. Perubahan yang semakin sesuai dengan pencerahan KBB.

KBB (Karo Bukan Batak, Red.) membikin perubahan dan membikin persahabatan baru yang lebih jelas karena antara identitas yang jelas. Tak ada lagi kekaburan atau pengaburan. Persahabatan sejati hanya mungkin sesama identitas yang sejati pula, tak mungkin ada persahabatan sejati kalau identitasnya saja tidak jelas. Kalau identitasnya kabur atau dikaburkan berarti ada ’udang di balik batu’ atau ada agenda lain yang tersembunyi. Dan, ini bukan kejujuran.

Pembatakan Karo atau etnis-etnis lain bisa berbahaya dalam jangka panjang karena ada agenda terselubung tadi. Suku Karo tetap jadi tertutup tak dikenal selain Bataknya. Ini satu waktu bisa meledak. Persahabatan butuh kejelasan dan kejujuran.

Untuk menandingi ’hilangnya’ istilah ’Batak’ ini diimbangi pula dengan ’lagu daerah’ adalah lagu Batak, seakan-akan lagu daerah Sumut adalah lagu Batak Toba saja. Jelas siapa yang ’mengarang’ tulisan di situs ini, atau siapa jadi penasihatnya dan siapa pula yang mengikutinya begitu saja. Biasanya orang (Jawa) Pusat yang tak ngerti daerah bisa dimanfaatkan untuk kepentingan sepintas atau pragmatis, kata kita sekarang. Kita tak perlu ada rasa benci atau sejenisnya, perubahan zaman sangat lebih cepat dari perubahan pikiran..

Seperti pada permulaan Reformasi, semua Presiden RI taunya di Sumut/Medan adalah Batak dan di Aceh adalah orang Aceh saja. Sampai GAM berhasil menipu Pusat bikin MOU Helsinki yang sepihak, seakan-akan tak ada Gayo, Alas, Tamiang, Singkil dan banyak lainnya. Pusat taunya hanya suku Aceh. Sekarang lebih banyak yang melek walaupun masih ada yang tak melek atau pura-pura tak melek.

Zaman sudah berlalu, tetapi sifat  mempertahankan yang lama sebisa mungkin masih ada terus. Itulah keindahannya, termasuk MENGETAHUI semua jalan pikiran dan akal bulus yang masih ’bergelimpangan’ dalam mempertahankan yang lama.

Bagi KBB, sangat indah, karena kesempatan bikin PENCERAHAN yang bermanfaat bagi SEMUA. “Pencerahan dan Harapan”, kata Sutradara Ginting. Pak Sutradara Ginting meninggalkan kata-kata indah bikin harapan indah bagi bangsa ini.

4 COMMENTS

  1. “upanya dia orang toba dan terakhirnya saya dgn sebayang gagal dan yg 3 org toba masuk.” kata Bernard

    Itulah salah satu contoh ethnic competition dalam praktek dan kenyataan. Disini tak tanggung-tanggung, bikin ketidakadilan juga terus terang.

    “in all too many cases, are euphemistically called the ‘developing’ countries, development programmes frequently are controlled and administered at the higher levels by members of the politically dominant ethnic group; and most of the fruits of such development flow into the pockets of a tiny ethnic elite or at best, are distributed in a limited manner within the same ethnic group.” (Professor Denis Dwyer University of Keele, UK dalam bukunya Ethnicity and Development)

    Inilah surga (kenyataan dan fakta) dari internal colonialism Tapanuli atas Sumtim. https://groups.yahoo.com/neo/groups/tanahkaro/conversations/messages/37956

    Dengan gerakan pencerahan KBB berarti Karo sekarang mengakui kenyataan ethnic competion dan berjuang untuk menghilangkan praktek ketidakadilan dalam ethnic competition. Kemenangan yang dicapai dengan cara tak adil, hanya bersifat sementara dan Karo menentang keras. Filsafat Karo bukan cari menang, tetapi win-win solution dalam sikuningen radu megersing siagengen radu mbiring.

    Mengakui ethnic competition berarti tak boleh lengah, tiap kompetisi yang tidak adil harus dibelejeti dan dicerahkan diatas meja, untuk semua.
    Katakan apa yang harus dikatakan, tulis apa yang harus ditulis. Itulah KBB.

    KBB sudah merupakan bagian yang sangat penting dalam perjuangan dunia untuk keadilan. KBB kalau diam saja tak ada artinya. KBB adalah suara, KBB adalah tulisan, KBB adalah gerakan pikiran yang terus BERGERAK bikin perubahan. KBB adalah mesin PENCERAHAN DAN HARAPAN. Karena itu KBB adalah centrum untuk mendorong perubahan dan perkembangan dan menimba harapan bagi semua etnis dan seluruh nation.

    MUG

  2. Pernah ditahun 1997 aku ujian masuk Departemen Keuangan dijakarta, tahap ahir wawancara screning test (tidak terlibat PKI) pewawancaranya dari Lemhanas, digrup kami yang 10 org ada 2 karo 3 toba. Saya urutan ke5 setelah merga sebayang diwawancarai, waktu aku tanya apa yg diitanyai (kami yg 5 org ini sama2 dari usu medan), dia heran kog yang ditanyai malah ‘silsilah batak’ dan seolah2 memaksakan bhw semua berasal dari pusuk buhit yang meratau termasuk nias. Pertanyaan yg sama ketika saya diwawancara, rupanya dia orang toba dan terakhirnya saya dgn sebayang gagal dan yg 3 org toba masuk.

  3. “dan dgn di kenalnya batak di Dunia secara tak langsung Karo juga mendapat sisi baiknya dari yg kurang di kenal menjadi terkenal akibat imbas dari Di wacanakannya Karo bukan batak.. ini.” (david).
    Payo kuakap contoh siturikendu enda David, enda me kontradiksi dan dialektika perkembangan. Perubahan dan perkembangan segi-segi bertentangan, tesis-antitesis-syntesis. Meningkatkan antitesis dari tesis yang sudah terkenal, bikin antitesis juga terkenal. Logis hehehe . .. . Tingkat perkembangan kontradiksi masih antara tesis dan antitesis.

    MUG

  4. karo ya pasti tetap karo,,demikian juga toba tetap toba ,simalungun tetap simalungun,dan org toba juga gag mau di bilang batak,karna batak itu tidak jelas..! jgn takut karo di tobakan atau di batakkan..! org bodoh lah yg punya pemikiran seperti itu,,jadi hemat saya, klo karo tidak mau abu abu ( samar) org karo dan suku lain berani menunjukkan jati dirinya,,,mungkn karena slama ini toba yg lbh dominan dlm hal apaun kecuali harta kekayaan ( hasil bumi) msh ttp di dominasi org karo,nahh,,sebaiknya kita karo harus belajar dari suku yg telah terlebih dahulu di kenal di dunia…. dan dgn di kenalnya batak di Dunia secara tak langsung Karo juga mendapat sisi baiknya dari yg kurang di kenal menjadi terkenal akibat imbas dari Di wacanakannya Karo bukan batak.. ini.. bujur,… Mari kita erjuag ras ras untuk menentukan jati diri Karo enda..!! bujur . trims

Leave a Reply