Kolom M.U. Ginting: Kiat Jadi Presiden

0
110

M.U. Gintingmuginting 101Dalam artikel ”Sosok Kivlan Zen di tengah geger 1998”, ada sebuah catatan peristiwa proses kejatuhan sang diktator Orba, dilukiskan oleh may jend KZ ex Kepala Staf Kostrad. Catatan ini berpihak ke kelompok Prabowo. 

Versi Wiranto dalam memecat Prabowo ada juga dalam wawancara Aria Sinulingga dengan Wiranto. Juga dalam bukunya ”Bersaksi di Tengah Badai”, dimana dia tak menyebutkan soal Pam Swakarsa yang dia suruh bentuk sendiri sehingga orang-orangnya marah, merasa sudah bikin jasa kepada Wiranto. Wiranto mungkin menjadi ’malu’ sendiri karena Pam Swakarsa yang dia bentuk itu banyak bikin penyimpangan HAM. Ada juga versi Habibi dari tulisan/buku Habibi ”detik-detik yang menentukan” sebagai presiden ketika itu menggantikan sang diktator yang mundur 21 Mei 98.

Wiranto dengan jabatan panglimanya tentu lebih gampang ambil alih kekuasaan negara, tetapi dia tidak ada keberanian karena melihat sendiri bagaimana orang kuat Soeharto sajapun jatuh karena perlawanan rakyat. Prabowo tak mungkin karena usahanya telah digagalkan oleh Habibi dan Wiranto. Yang satu menggunakan jabatan Habibi sebagai presiden dan Habibi menggunakan jabatan Wiranto sebagai panglima ABRI. Satu per satu jabatan dan orang-orang Prabowo dipreteli dari ABRI.

Dari dua pengelompokan para jenderal ini terlihat usaha-usaha masing-masing menggunakan situasi yang ada untuk menduduki jabatan militer yang masih penting ketika itu. Prabowo banyak usahanya tetapi semua gagal, tentu karena Wiranto masih mejabat kedudukan tertinggi di ABRI dan digunakan oleh Habibi untuk melikwidasi cita-cita grup Prabowo.

Soeharto sendiri tidak mengangkat Prabowo jadi panglima ABRI tentu ada juga pertimbangan tersendiri, walaupun Prabowo sudah bikin persiapan yang ’rapi’ jadi menantu presiden penguasa yang menentukan segala-galamya ketika itu. Prabowo memperlihatkan usaha keras dalam mencapai cita-citanya, tetapi selalu gagal.

Bagaimana usahanya dalam mencapai kedudukan presiden kali ini? Dalam hal ini dia juga sangat tekun dan bekerja keras. Kalau gagal lagi maka sangat menarik memang untuk dipelajari. Bagi orang banyak, dan terutama bagi orang yang ingin jadi presiden negeri ini. Bukan bagi Prabowonya, karena dia pastilah sudah sering mempelajari dan menyimpulkan dengan teliti dan seksama, tetapi dalam kenyataan gagal terus.

Pastilah ada satu ’kiat’ khusus yang tak terikutkan oleh Prabowo. Kalau Jokowi berhasil, dialah yang tau ’kiat’ itu. 

Leave a Reply