Tanaman Terabaikan Tapi Berprospek Cerah

0
553

Oleh: Usaha Bangun Barus (Kabanjahe)

 

usaha 9Berbagai jenis tanaman di Kabupaten Karo pernah mengalami masa jayanya seperti Cengkeh Kutabuluh, Vanili Batu Karang dan Jeruk / Sayur-mayur Dataran Tinggi Karo. Namun, satu pun yang tidak abadi karena kurangnya pembinaan dari Pemerintah. Terkesan para petani Karo berjalan sendiri-sendiri dengan tujuan tanpa arah.

Lahan di Kabupaten Karo sangat subur. Berbagai jenis tanaman dapat diproduksi disini mulai dari jenis tanaman yang sesuai untuk Dataran Rendah maupun Dataran Tinggi. Tinggal bagaimana Pemerintah mengelolanya dengan baik dengan membuat pemetaan jenis tanaman yang sesuai dan, kemudian, membantu pemasarannya di pasar tradisional, modern dan ekspor.

Berikut ini akan dipaparkan tentang beberapa jenis tanaman yang terlupakan oleh petani Karo padahal mempunyai prospek cerah dan peluang pasar yang sangat baik

Terung Jepan

Biasanya disebut juga Terong Belanda (Cyphomandra betacea). Tanaman ini umur setahun sudah berproduksi dan apabila dibudidayakan dengan baik akan mencapai masa produktif sampai 5 tahun.

Buah ini dengan rasa yang unik dan eksotik sudah sangat populer dikonsumsi sebagai Juice di restoran dan hotel di seluruh pelosok Nusantara. Harganya saat ini mencapai Rp.15.000/kg di tingkat petani dan harga paling rendah hanya Rp.5.000/kg di 5 tahun terahir. Produktifitas bisa mencapai 20 ton/Ha/Tahun.

Jambe dan Gundur

Terkesan sepele tetapi para eksportir sudah mulai meliriknya. Buah Jambe (Labu Kuning =   Cucurbita moschata) selain bisa dijadikan sayur dan kolak, kini sudah dibuat menjadi tepung bahan olahan kue dan roti. Sementara Gundur (Labu Air =Lagenaria siceraria) selain menjadi sayur juga bisa dibuat menjadi asinan dan juice.

Dengan budidaya yang sangat sederhana, tanaman ini bisa berproduksi pada umur 6 bulan dengan produktifitas 50 ton/Ha/tahun. Harga kedua komoditi ini berkisar Rp. 1.500/Kg di 2 tahun terahir.

Serai

Tanaman serai sayur (Cymbopogon citratus) nampaknya biasa-biasa saja. Banyak dijumpai di beberapa tempat di Indonesia, termasuk di Taneh Karo. Tetapi, di balik itu, berbudidaya tanaman serai ini justru sangat menggiurkan. Keuntungannya bisa mencapai Rp.100 juta/Ha/Tahun.

Umur produksi 6 bulan dengan 2 x musim tanam/Tahun. Produksi mencapai 50 ton/Ha/Tahun. Dengan harga rata-rata Rp.2.500/Kg. Tanaman ini juga sudah mulai diekspor ke Singapore dan Malaysia.

Jahe Gajah

usaha 11Jahe Gajah (Zingiber Officinale) mempunyai nilai ekspor yang sangat bagus saat ini ke Singapore dan Malaysia. Tanaman ini agak resisten terhadap serangan hama penyakit. Apabila harga anjlok, dia bisa disimpan di lahan menunggu harga naik. Umur produksi 9 bulan dengan produktifitas 40 ton/Ha. Harga saat ini mencapai Rp.10.000 – Rp.15.000/ Kg di tingkat petani.

Petani Karo diharapkan lebih jeli dan memanfaatkan peluang ini. Bagaimana teknik berbudidaya tanaman ini dengan baik, saya siap sebagai konsultan. Rejeki tidak akan datang menghampiri anda tanpa kita berusaha. Selamat mencoba, Banggalah menjadi Petani Karo.

Leave a Reply