Duga Selewengkan Dana BOS, Orangtua Datangi Kasek

0
184

Supir KPUM 23 Sukses Perawani Pacar di Malam Tahun BaruIMANUEL SITEPU.  TIGAJUHAR. Diduga selama ini telah meyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), sejumlah perwakilan orangtua siswa SD Negeri 106204 Desa Tanjung Raja (Kecataman STM Hulu) mendatangi Kepala sekolah, Esra Barus SPd, di kantornya [Senin 12/5].


Kedatangan puluhan orangtua siswa ini hendak mempertanyakan kepada kepala sekolah Esra Barus SPd dibuat ke mana sebenarnya dana BOS yang telah dianggarkan pemerintah sebesar Rp 580 ribu per siswa setiap tahunya tersebut. Soalnya, menurut orangtua siswa, selama ini, para siswa tidak memiliki buku paket. 

“Kami curiga kalau dana Bos tidak bapak pergunakan sesuai dengan Juknis (Petunjuk Teknis). Seyogianya dana BOS dikucurkan  untuk membeli buku siswa. Tapi kenyataannya, meski waktu belajar tinggal sebulan lagi, sebagian siswa belum memiliki buku paket. Hal tersebut juga terjadi pada anak saya bernama Yana yang duduk di kelas 3,” kata salah satu orangtua siswa kepada Kepala Sekolah.

Mendapat kecaman dari orangtua siswa, kepala sekolah Esra Barus SPd pun memberi alasan kalau buku paket tersebut telah dia perbanyak dengan cara memfotocopynya.

“Buku sudah kami fotocopykan untuk dibagikan ke siswa/i walaupun sekolah hanya tinggal satu bulan lagi. Ini semua karena kesibukan sehari-hari saya, makanya belum terkordinir dengan sempurna. Ini memang keteledoran saya,” kata Esra Barus.


Karena kepala sekolah tak ada memberikan solusi, orangtua siswa yang datang menjadi kesal. Merekapun menduga kalau dana Bos Tahun Anggaran 2013 sudah diselewengkan.

“Untuk itu, Kami seluruh orangtua siswa meminta kepada Bupati Deliserdang drs. H. Ashari Tambunan dan Kadisdikpora Deliserdang Hj. Sa’adah Lubis supaya menindak  tegas Kepala ASekolah SD Negeri No 106204 Desa Tanjung Raja agar perbuatan kepala sekolah seperti ini tidak merembet ke sekolah-sekolah yang lain,” kata Pak Pinem salah satu oran tua siswa.

Esra Barus SPd saat diwawancarai wartawan mengakui kesalahannya dalam pengadaan buku mata pelajaran kepada siswanya.

“Tapi, bagaimanalah saya buat? Saya sudah bersalah. Walaupun nantinya atasan saya marah, saya siap menerima segala resiko. Seandainyapun posisi jabatan saya selaku kepala sekolah digantikan, saya siap menerimanya. karena kesalahan ini semua letaknya pada saya,” kata Esra Barus. 

Leave a Reply