KBB Merambah Mahasiswa

2
210

Oleh: Brandy Karo Sekali

Wikipedia Indonesia sedang melaksanakan kompetisi menulis artikel-artikel ensiklopedia yang mengusung tema “Bebaskan Pengetahuan 2014”.

mahasiswa 2
Foto: Ricky Mainaki Karo Purba (Pekanbaru)

Kompetisi ini dibatasi sebanyak 100 peserta yang berasal dari Universitas-universitas di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta yang berusia 18-25 tahun. Waktu kompetisi menulis dilaksanakan mulai 1 April 2014 – 27 Juni 2014 (baca:http://wikimedia.or.id/wiki/Bebaskan_Pengetahuan_2014).

Satu hal menarik perhatianku secara pribadi dari kompetisi menulis ini adalah tentang keberadaan beberapa tulisan mengenai Karo yang turut diperlombakan. Beberapa judul tulisan tentang Karo sejauh pengamatanku di kompetisi Wikipedia ini adalah dengan judul-judul  “Cimpa”, “Rakut Sitelu”, “Siwaluh Jabu”, dan “Pernikahan Adat Karo”. Dari masing-masing tulisan mengenai Karo ini, terlihat bahwa para penulis menganggap Karo adalah satu suku berdiri sendiri, bukan bagian dari suku lain. Tidak ada satu katapun tertulis BATAK KARO, tapi rata-rata ditulis dengan SUKU KARO.

Mengingat para penulis dibatasi 100 peserta yang berasal dari Universitas-universitas di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta berumur 18-25 tahun, timbul pemikiran liar di benakku selaku penggiat KBB, bahwa ternyata isu KBB (Karo Bukan Batak) saat ini bukan hanya sekedar ‘cakap jambur’ saja, tapi ternyata telah merambah kalangan mahasiswa di kampus-kampus, bahkan hingga Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta.

Berikut adalah daftar-daftar tulisan-tulisan tentang Karo yang turut diperlombakan di Wikipedia dengan tema “Bebaskan Pengetahuan 2014”:

http://id.wikipedia.org/wiki/Cimpa

http://id.wikipedia.org/wiki/Pernikahan_adat_Karo

http://id.wikipedia.org/wiki/Rakut_Sitelu

http://id.wikipedia.org/wiki/Siwaluh_Jabu

2 COMMENTS

  1. Penggagas, penulis dan aktivis KBB bukanlah orang yg latah dan sekedar bersuara. Mereka berasal dari berbagai latar belakang keilmuan dan profesi yang tentulah memberi bobot tersendiri thdp KBB. KBB berangkat dari kerangka berfikir yang merdeka, kritis dan apolitis shg mendapat respon yg positif dari kalangan muda Karo.

Leave a Reply