Kolom M.U. Ginting: Pembatakan dan Pencerahan KBB

0
200

M.U. Ginting muginting 106Berkenaan dengan pembatakan Karo baru-baru ini, ada juga dibentuk Lembaga Pelestarian Kebudayaan Batak Pelita Kasih. Sekarang ada Forum Bangso Batak. Tentu Batak sebagai organisasi berlaku di sini, organisasi yang tersusun rapi, dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan.

Sebagaimana sudah biasa kita sebutkan dan lihat sendiri dari kenyataan. Misalnya, pengorganisasian anak-anak untuk meneriakkan ‘horas’ di Kabanjahe ketika SBY berkunjung ke sana. Atau pengorganisasian demo ‘orang Samosir’ ketika kunjungan SBY ke pengungsi Sinabung 2014. KBB (Karo Bukan Batak) telah banyak memberikan argumentasi penjelasan dalam persoalan ini juga.

Dalam hubungan dengan dua organisasi di atas, di organisasi pertama tak ada orang Karo, tetapi di organisasi ke dua, dibikin Sekjennya orang Karo (Pak Liartha Kembaren). Ini masih mengikuti sejarah fenomena ‘Karo jadi ketua’ seperti pada abad lalu.

Di organisasi Forum di atas tak ada orang Karo, sepertinya dispekulasikan saja keterikutan orang Karo atau juga etnis lainnya; mau ikut silahkan, kalau tak mau tak urusan. Strategi organisasi ‘Batak’ dalam hubungan dengan ethnic competition jalan terus. Ini juga termasuk dalam strategi itu (ethnic competition yang tak terhindarkan).

Berhasil atau tidak, tetapi harus ada ‘kegiatan’ apa saja (stimulasi extern extroversi Batak) karena, kalau diam saja, tak akan ada perubahan. Setidaknya, bisa mempengaruhi perkembangan dan perluasan KBB ke suku lain, seperti Pakpak Bukan Batak (PBB), atau Simalungun Bukan Batak (SBB) yang juga sudah mulai tumbuh. Ethnic competition melibatkan emua etnis tak ada kecuali.

Alas dan Gayo tak diikutkan di sini (tidak dibatakkan). Sudah terlalu jauh karena dua suku ini sudah duluan di’acehkan’ oleh orang Aceh, walaupun menurut antropolog klasik Amir Nadapdap, dua suku ini juga termasuk Batak. Di sini, benturan dengan Aceh yang mengklaim Alas dan Gayo adalah sub-etnis Aceh, bukan sub-etnis Batak seperti definisi antropolog Batak Amir Nadapdap. Alas dan Gayo mau pisah dari Aceh dalam pemekaran  ALA, atau etnis-etnis lain dalam pemekaran ABAS. Itulah salah satu pencerminan nyata ethnic competition di Aceh NAD.

KBB adalah satu gerakan pencerahan yang digerakkan oleh orang-orang Karo dari semua lapisan dan lapangan kehidupan, sehingga sangat merakyat, dan dapat dipahami sangat jelas oleh orang yang bukan Karo juga. Ini terutama berlaku dari segi pembatakan oleh penguasa kolonial demi kekuasaannya dengan mengadu domba penduduk pesisir dan pedalaman/ pegunungan menurut akademisi nasional maupun internasional (Azhari dan Perret).

Di dalam KBB tidak ada tujuan buruk apa-apa selain pencerahan dan analisa ilmiah tentang Karo, sebagai salah satu suku dalam Bhinneka Tunggal Ika Indonesia dengan dialektikanya sudah tinggi dan kulturnya yang sudah tua (7400 tahun, penemuan arkeologi di Kebayaken).

KBB memberikan pencerahan dan harapan bagi perkembangan demokrasi dan keadilan di negeri ini. Berusaha mempercepat proses perubahan dari era kekerasan dan kegelapan ke era dialog, pencerahan dan keterbukaan, dalam semua bidang terutama dalam bidang kultur dan budaya. Karo dengan dialektikanya yang sudah tinggi dan kulturnya yang tertua di Indonesia, berusaha bisa memikul dan menjalankan tugas perubahan ini.

Semua orang Karo sudah banyak berusaha ikut di dalamnya, terutama anak-anak mudanya dan generasi mudanya begitu juga mahasiswa dan akademisinya.

Leave a Reply