Tawar dan Racun di Tumbuhan Tabar-tabar

0
457

Oleh: Brandy Karo Sekali (Medan)

Satu keistimewaan Karo sebagai salah satu suku di Indonesia adalah karena secara umum suku ini banyak mengetahui obat-obatan tradisional yang terbuat dari bahan dasar tumbuhan, baik yang ditanam di pekarangan dan ladang maupun yang masih harus dicari di hutan belantara.

Salah satu diantara berbagai jenis tumbuh-tumbuhan yang dapat diolah oleh orang Karo menjadi obat adalah tabar-tabar (Latin, Costus speciosus). Orang-orang Karo menggolongkan tabar-tabar sebagai salah satu diantara berbagai bulung simalem-malen (tumbuhan sejuk).

Daun tabar-tabar biasanya digunakan sebagai salah satu dari bahan-bahan pembuatan kuning mbulan. Kuning adalah sejenis pupur yang dikeringkan dengan bahan dasar tepung beras. Ada kuning yang manfaatnya menghangatkan tubuh. Tapi, kuning mbulan (mbulan= putih atau sejuk) adalah pupur yang manfaatnya memberi kesejukan pada tubuh.

obat 1
Seorang penyembuh Karo (guru) mengumpulkan bulung simalem-malem untuk keperluan upacara Raleng Tendi (Penyembuhan sakit jiwa)

Selain itu, kuning mbulan juga mengandung penawar racun. Oleh karena itu, meski dibuat sebagai pupur atau bedak, kuning mbulan bisa juga dikunyah dan ditelan untuk mempercepat proses perlawanan terhadap racun yang ada di dalam tubuh. Konon kabarnya, tabar-tabar juga kerap digunakan sebagai obat alternatif untuk menyembuhkan penyakit alum-alum (Kanker Payudara).

Namun begitu, hati-hati, tabar-tabar juga mengandung racun, khususnya pada bagian bunganya yang muncul ke permukaan tanah dari bagian akarnya. Bunga tabar-tabar ini dapat mengakibatkan luka yang susah disembuhkan apabila mengenai bagian tubuh. Lukanya tidak hanya sampai di kulit, tapi bisa melobangi bagian daging dari tubuh kita.

Tabar-tabar banyak tumbuh di hutan Taneh Karo. Sekarang, banyak orang yang juga menanamnya di pekarangan rumah. Akan tetapi, berhati-hatilah terhadap bunganya yang baru muncul dari akarnya.

Leave a Reply