Lagu Nyanyian Anak Medan

1
548
ratna sari
Pasar Peringgan, Medan Baru.

BRANDY KARO SEKALI. MEDAN. Karena rasa keterpanggilan untuk memperkenalkan Karo melalui karya lagu, seorang pemuda sekaligus pemerhati Karo Alexander Firdaust Sembiring Meliala mencoba menciptakan sebuah lagu yang berjudul “Nyanyian Anak Medan”. Lagu ini bercerita tentang tentang Kota Medan, yaitu kota terbesar ke tiga di Indonesia yang didirikan oleh seorang putra Karo bernama Guru Patimpus Sembiring Pelawi.

Meski mengaku bukan seorang seniman, Alexander Meliala memberanikan diri membuat lagu “Nyanyian Anak Medan” dengan tujuan menggugah orang-orang Karo, khususnya para seniman dan generasi muda yang berkompeten dibidang seni musik agar semakin menunjukkan karya nyata melalui lagu untuk memperkenalkan Suku Karo kepada masyarakat luas.

alexander firdaust
Alexander F. Meliala

“Lagu ini sebenarnya jauh dari kata kesempurnaan, meski demikian tujuan saya dalam membuat lagu ini adalah untuk mengajak para seniman Karo dan generasi muda yang berkompeten di bidang seni musik agar lebih giat lagi memperkenalkan Suku Karo melalui seni tarik suara,” ujar Alexander Meliala melalui pesan Facebook kepada Sora Sirulo.

Alexander menambahkan, bagi para seniman yang berminat untuk mengembangkan lagu “Nyanyian Anak Medan” dipersilahkan seluas-luasnya dengan tujuan dalam rangka memperkenalkan Karo kepada masyarakat luas.

“Bagi siapa saja yang berminat mengambangkan lagu ini, saya persilahkan seluas-luasnya untuk dikembangkan, dan dengan tujuan utama adalah dalam rangka memperkenalkan Suku Karo,” ujarnya.

Seperti diketahui Medan adalah kota yang didirikan Guru Patimpus Sembiring Pelawi, seorang putera Karo yang lahir di Aji Jahe, Dataran Tinggi Karo (Karo Gugung). Guru Patimpus pada awalnya membuka kampung kecil bernama Madan dan kini telah berubah nama menjadi Medan, sekaligus telah menjadi kota terbesar di Indonesia di luar Pulau Jawa.

lagu medan 2
Pajak Sore Padangbulan, Medan.

Berikut adalah lirik lagu “Nyanyian Anak Medan” yang diciptakan oleh Alexander Firdaust Meliala. Lirik lagu ini menyebutkan salam khas Karo, yaitu Mejuah-juah. Salam khas Mejuah-juah juga selama ini kerap disuarakan oleh masyarakat Karo agar disahkan menjadi salam khas di Kota Medan.

Medan… Aku anak Medan Ramah warganya, aku kenang Rumah bapakku, di Padang Bulan Takkan kulupa, sepanjang zaman

Madan… asal usul katanya Sebuah kampung kecil bersahaja Guru Patimpus, pendirinya Damai sentosa itulah artinya

Reff Kini Aku t’lah jauh merantau Kenangan Medan selalu terngiang Mejuah-juah Medan kucinta Suatu saat kita akan bersua

Medan… Aku anak Medan Ramah warganya, aku kenang Rumah bapakku, di Padang Bulan Takkan kulupa, sepanjang zaman

Reff Kini Aku t’lah jauh merantau Kenangan Medan selalu terngiang Mejuah-juah Medan kucinta Suatu saat kita akan bersua.

[box type=”shadow”]
[/box]

1 COMMENT

Leave a Reply