Seni Budaya Karo Ramaikan HUT Medan Ke-424

0
333

alexander firdaust ALEXANDER FIRDAUST. MEDAN. Pemuda Karo Kota Medan akan menggelar berbagai kegiatan seni dan budaya khas Suku Karo dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Medan ke-424 yang jatuh pada tanggal 1 Juli 2014. Berbagai rangkaian pertunjukan seni budaya Karo yang akan digelar diantaranya, Tari Gundala-Gundala, Tari Kehamaten, dan Penampilan Musik Tradisi Karo.

Guru Patimpus

Menurut keterangan Denh Sembiring Maha sebagai koordinator penyelenggara acara kepada Sora Sirulo, pertunjukan budaya khas Karo yang akan digelar dalam rangka memperingati HUT Kota Medan juga merupakan bagian penghormatan Pemuda Karo terhadap pendiri Kota Medan, Guru Patimpus Sembiring Pelawi yang merupakan seorang Putra Karo yang dilahirkan di Aji Jahe, dataran tinggi Karo.

“Guru Patimpus Sembiring Pelawi dikenal sebagai pendiri Kota Medan, dengan demikian kita pantas menghormatinya dengan cara mengadakan pertunjukan seni dan budaya Karo dalam rangka memperingati HUT Medan, sebab sosok Guru Patimpus juga merupakan seorang Putra Karo yang lahir di Aji Jahe, dataran tinggi Tanah Karo” ujar Denh Maha.

Selain menggelar berbagai kegiatan seni dan budaya Karo, Dehn Maha menambahkan, dalam penyelanggaraan acara tersebut akan diadakan pula kegiataan lainnya berupa pawai dan pemasangan lilin sebanyak 424. Keseluruhan rangkaian kegiatan akan berlangsung di seputaran Monumen Guru Patimpus di Jl. S. Parman Ujung, Medan.

“Selain menggelar seni budaya Karo, Pemuda Karo Kota Medan juga akan mengadakan pawai dan pemasangan lilin sebanyak 424. Seluruh acara akan diadakan di seputaran Monumen Guru Patimpus,” tandasnya.

Dalam rangka menyemarakkan acara, Pemuda Karo Kota Medan turut mengundang seluruh elemen masyarakat agar dapat hadir dalam penyelanggaraan acara yang berlangsung pada 1 Juli 2014, mulai pukul 17.00 WIB tersebut.

“Semua gratis bagi warga Medan, khususnya warga Karo. Namun, bagi yang ingin ikut pawai diwajibkan memakai uis adat; yang pria dengan beka buluh, dan perempuan dengan uis nipes atau minimal memakai sarung,” ujar Dehn Maha.

Leave a Reply