Fenomena Jokowi: Kembali ke Biasa-biasa Saja

0
297
Antrian dekat bilik pencoblosan di TPD KBRI Den Haag (Foto: Sria van Munster)
pilpres 5
Fransisca mengekspresikan Indonesia yang yang biasa-biasa saja kepada Juara R. Ginting (Foto: Sria van Munster) (click foto untuk ukuran besar)

LORETA KARO SEKALI. DEN HAAG. Membludaknya pemilih datang untuk Pilpress RI kali ini di TPS KBRI Den Haag terasa sekali oleh keinginan banyak orang memilih Jokowi untuk Presiden RI. Menurut beberapa pemilih yang diwawancarai oleh Sora Sirulo, keinginan memilih Jokowi adalah karena ingin kembali ke kehidupan biasa-biasa saja.

“Bukan hanya karena saya memang satu sekolah di SMP Negeri 1 Solo dengan Jokowi, tapi juga karena kita-kita ini mengharapkan Indonesia untuk kembali menjadi biasa-biasa dan wajar-wajar saja,” kata Fransisca saat diajak berbincang-bincang usai mencoblos di TPS KBRI Den Haag.

Kehidupan biasa-biasa dan wajar-wajar saja itu dijelaskan oleh seorang gadis Sunda asal Bandung dengan mengambil kasus perbedaan agama.

“Perbedaan agama sudah menjadi isu politik yang terlalu mengarah kepada kebencian antar agama. Mengapa kita tidak kembali ke biasa-biasa saja?” kata Lilies.

“Bagaimana maksudnya biasa-biasa saja dalam hubungan antar agama?” Tanya Sora Sirulo.

“Yah, kita memang sudah berbeda. Ya, berbeda. Apa anehnya berbeda agama? Yang diperebutkan dalam perbedaan agama apa? Paling kekuasaan, uang dan entah apa lagi. Dan, itu hanya orang-orang tertentu yang memperolehnya dalam perebutan itu. Kita tidak dapat apa-apa. Mengapa kita rakyat biasa dilibatkan dalam perebutan-perebutan seperti itu? Akibatnya, kita rakyat biasa ini sendiri yang merasa tidak aman di tengah-tengah masyarakat,” papar Lilies.

Apa hubungannya dengan Pilpres?

“Kita butuh pemimpin yang menganggap perbedaan agama biasa-biasa saja. Tidak usah didramatisir dan diplintir ke sana ke mari,” jawab Lilies tegas.

Berita terkait:

Foto Pilihan: Dubes RI Untuk Belanda yang Simpati

Fenomena Jokowi: Bus Indonesia di Den Haag?

Pilpres di Belanda Membludak

Leave a Reply