SBY Ucapkan “Mejuah-juah” pada Hari Koperasi Nasional

3
175

medan 2BRANDY KARO SEKALI. MEDAN. Seiring maraknya kampanye agar kata “Mejuah-juah” disahkan mejadi salam khas Kota Medan di media sosial oleh warga Suku Karo akhir-akhir ini, tampaknya telah mulai didengar oleh pihak pemerintah. Hal ini terlihat saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengucapkan “Mejuah-juah” pada peringatan Hari Koperasi Nasional Ke-67 yang diadakan di Lapangan Benteng Medan [Selasa 15/7: Sore].

Pada sambutannya, Presiden SBY mengawalinya dengan salam khas Suku Batak “Horas” yang selama ini dianggap adalah sebagai salam khas Medan dan dilanjutkan dengan salam “Mejuah-juah” sebagai salam khas Suku Karo. “Horas Mejuah-juah,” ujar Presiden mengawali kata sambutannya.

Pada saat yang sama, Presiden SBY juga diberikan penghargaan tertinggi di bidang koperasi sebagai Bapak Penggerak Pembangunan Koperasi Indonesia. Hal tersebut diungkapkan oleh Nurdin Halid sebagai Ketua Koperasi Indonesia pada kata sambutannya.

“Berdasarkan fakta perkembangan dan kemajuan gerakan koperasi dalam 10 tahun terakhir, maka atas dasar aspirasi insan koperasi seluruh Indonesia, Rapat Pimpinan Nasional Dekopin yang diikuti oleh 34 Dekopin Wilayah, 489 Dekopin Daerah, dan 61 Induk Koperasi, telah memutuskan memberikan penghargaan tertinggi koperasi kepada bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Bapak Penggerak Pembangunan Koperasi Indonesia,” kata Nurdin Halid.

Seperti diketahui, kata Mejuah-juah dianggap tepat dijadikan sebagai salam khas Kota Medan oleh sebagian besar kalangan Suku Karo mengingat Kota Medan didirkan oleh seorang putra Karo bernama Guru Patimpus Sembiring Pelawi.

3 COMMENTS

  1. “Horas Mejuah-juah,” ujar Presiden mengawali kata sambutannya.

    Sudah mulai dihitung existensi suku Karo?

    Berabagai kejadian//pemikiran dan pertimbangan berada dibelakang kejadian ini.

    1. SBY sudah banyak membaca online atau offline dan pastilah terutama online/internet mengenai perjuangan adil suku Karo mengkedepankan keadilan dan sederajat bagi semua etnis negeri ini, dan terutama pencerahan KBB.

    2. Penasihat utama SBY adalah orng-orang Batak yang mengerti perjuangan adil suku Karo, walaupun tekanan besar untuk tidak mengerti (karena persaingan sengit antar etnis) dari sebagian besar suku Batak sendiri. Semua pertimbangan-pertimbangan ini tak bisa dipisahkan dari pencerahan KBB yang semakin sengit dan ilmiah, semakin luas dan mendalam. Menerima hakekat perjuangan dan pencerahan KBB adalah puncak dan akhir kontradiksi KBB. Tetapi jalan kesana masih berliku dan banyak rintangan, karena itu masih tetap indah dan dengan seni tinggi.

    Dari kejadian diatas terlihat bahwa sedikit demi sedikit perjuangan KBB menunjukkan kemajuan. Terlihat dari penampilan SBY sebagai presiden RI.
    Bagaimana dengan presiden baru Jokowi?
    SBY telah belajar selama 10 th tentang suku-suku bangsa Indonesia. Perlukan Jokowi belajar selama 10 tahun dulu baru mengerti soal Karo?

    MUG

  2. di setiap batas wilayah Kab Karo dengan kabupaten lain di Sumut seharusnya ada plang kata “Mejuah-juah”, begitu juga di bangunan rumah adat, geriten dll. Jika bentuknya stiker “Mejuah-juah” ditempel pada mobil atau kendaraan org Karo boleh juga.

Leave a Reply