Kolom M.U. Ginting: INTERVENSI ASING

0
197

M.U. GintingRachmawati dipecat dari Nasdem, kata Sekjen Nasdem. Tetapi, Rachmawati bilang, dia sudah mengundurkan diri sejak 24 Juli 2004. Jadi, bukan dipecat. Mana yang betul dan mana yang bohong adalah soal intern Nasdem. Lebih menarik bagi masyarakat ialah, soal-soal besar yang disebutkan oleh Rachmawati, seperti soal ’intervensi asing’.

Negeri ini memang harus waspada terhadap intervensi asing karena intervensi asing selalu mencelakakan Indonesia, terutama di era dua blok. Inbervensi dari blok mana saja selalu tak meguntungkan tetapi merugikan.

Sekarang tak ada lagi dua blok. Tetapi, kekuatan internasional yang ingin merongrong dan menguasi Indonesia masih tetap ada dan dalam bentuk yang lebih canggih. Selalu dibutuhkan politikus cerdik untuk bisa menjelaskan dan menganalisa perkembangan kekuatan global ini.

Rachmawati dalam hal ini berjasa mengangkat persoalan penting ini ke permukaan sehingga Megawati atau Jokowi bisa juga beri jawaban dan argumentasi ilmiah untuk pencerahan ke masyarakat. Pencerahan ke masyarakat adalah akumulasi kekuatan sejati rakyat yang tak bisa dibandingkan dengan kekuatan senjata apapun juga.

‘Intervensi asing’ atau kekuatan global di belakangnya tentu ada dan tak perlu diragukan. Jelas misalnya dari ’Bush Doctrine’ Abad 20. Bagaimana perkembangan doktrin ini pada Abad 21 tentu Rachmawati, Megawati atau Jokowi bisa mengikutinya dengan seksama dan bikin analisa ilmiah serta pencerahan ke masyarakat supaya kita semua mengerti dan bisa sama-sama waspada mengawal negeri ini dari kekuatan asing Global Power Neoliberal (World Order).

Salah satu buku menarik yang melukiskan perubahan dan perkembangan ini ialah: Restoring World Oeder after the Failure of the Bush Doctrine oleh Edward A. Kolodziej and Roger E. Kanet. Bush doctrine terlihat dari intrvensi Afganistan melawan ‘terorisme’ (aslinya ialah perjuangan pembebasan negeri Islam yang dijajah Barat). Dalam Abad 19 dan 20 terlihat nyata adanya perjuangan kemerdekaan ini dan biasa dikatakan ’terorisme’.

Pada Abad 21 ’terorisme’ ini bukan dari orang Islam tetapi lebih mirip dengan hasil ciptaan dalam rangka menciptakan Worl Order tadi. Salah satu contoh yang tak diragukan dari analisa aktifis Muhammadyah
maupun Pemuda Ansor ialah organisasi ISIS.

“Saya melihat proses Pilpres kali ini dimana NasDem bersama PDIP. Bagaimana BLBI yang belum tuntas?” kata Rachmawati.

Semua persoalan harus dituntaskan, dan DI ATAS MEJA. Transparansi Indonesia adalah pertama di dunia dengan tingkat perkembangan yang sudah tinggi seperti ditunjukkan di Pilpres 2014. Kita akan terus kembangkan!
Transparansi adalah obat paling mujarab dari segala macam obat penyakit kegelapan manusia.

 

Leave a Reply