UID 2014 Tampilkan Nyanyian Sinabung

1
130

desnawaty 1

Oleh: Desniwaty Karo-karo (Utrecht)

 

 

 

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Utrecht dan Stichting Generasi Baru (SGB) pada tahun ini kembali menyelenggarakan acara seni dan budaya dengan nama acara Utrecht Indonesian Day (UID) 2014.

 

Kegiatan ini berangkat dari dasar pemikiran akan keterlibatan warga Indonesia dan Belanda melalui organisasi pelajar dan masyarakat dengan memperkenalkan dan mempromosikan budaya dan tradisi menjadi salah satu metode diplomasi stategis people to people contact. Memperkenalkan budaya Indonesia ke warga masyarakat Belanda diharapkan dapat mempererat hubungan persahabatan kedua negara dan meningkatkan peluang kerjasama bisnis dan perdagangan, khususnya di sektor pariwisata.

Utrecht Indonesian Day (UID) merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata para pelajar dan warga Indonesia yang berdomisili di Utrecht untuk semakin mempererat hubungan persahabatan Indonesia dan Belanda, yang pada akhirnya dapat mendukung peningkatan hubungan yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Meskipun Indonesia sangat kaya akan budaya dan tradisi, namun hanya sebagian dari tradisi tersebut yang dikenal oleh masyarakat luar negeri, khususnya masyarakat Belanda.

desnawaty 2
Salah satu foto yang akan dipamerkan

Oleh karena itu, pada Utrecht Indonesian Day 2014, tujuan yang ingin dicapai adalah mengangkat dan memperkenalkan sisi lain kebudayaan dan tradisi Indonesia yang lebih beragam. Diharapkan, selain dapat memperkenalkan dan mempromosikan budaya Indonesia juga mengasah kreatifitas dan bakat seni para pelajar dan warga Indonesia khususnya yang sedang tinggal di luar negeri untuk tetap mencintai budaya Indonesia meskipun menetap di luar negeri sehingga appresiasi dan kebanggaan terhadap seni dan budaya Indonesia semakin meningkat.

Pada tahun 2014 ini, komunitas Karo di Belanda akan ikut berpartisipasi memperkenalkan budaya tarian dan lagu karo yang dibawakan oleh kelompok seni yang dipimpin oleh Juara R. Ginting dan Kinok Surbakti. Selain itu pernak-pernik adat Karo juga akan diperkenalkan dalam UID 2014 melalui Pameran Aksessoris Pakaian Adat Karo seperti uis gara dan foto pernikahan adat Karo.

Karo akan mempersembahkan Nyanyian Sinabung yang merupakan sebuah lagu yang mengisahkan matinya seekor kambing hutan (Beidar) akibat letusan Gunung Sinabung di Dataran Tinggi Karo baru-baru ini. Lagu ini diiringi tarian dan musik tradisional Karo secara live. Untuk dapat menarik perhatian orang-orang Karo di Belanda dan sekitarnya (seperti Belgia, Jerman, Inggris dan Perancis), Kinok Surbakti akan memainkan kibot Karo untuk mengiringi mereka yang datang menari maupun bernyanyi.

Panitia sangat berterimakasih atas kesediaan warga Karo di Belanda ikut menyemarakkan acara ini. Panitia mengharapkan bapa, nande bibi, bengkila, mama, mami, turang ras senina yang tinggal dan menetap di Negeri Belanda dan sekitarnya untuk datang dan bersama-sama memperkenalkan budaya Karo lewat Utrecht Indonesian Day 2014 ini.

desnawaty 3
Juara & Kinok dalam Nyanyian Sinabung (Beidar Nandena) di Museum Etnologi, Leiden

Acara ini akan diselenggarakan pada Sabtu 13 September 2014 di Stefanus braziliedreef 2, Utrecht, The Netherlands. Keseluruhan acara berlangsung dari pagi hingga malam, tapi acara pertunjukan seni akan dimulai Pkl. 16.00 (sore). Pertunjukan seni akan dimulai dari Sumatera dimana Karo termasuk di dalamnya.

Informasi tambahan mengenai acara ini dapat dilihat di ZIMMIHC Theater Stefanus

1 COMMENT

  1. Fantasi dan Kreasi orang-orang Karo Belanda

    “The gift of fantasy has meant more to me than my talent for absorbing positive knowledge.” Einstein.

    Fantasi lebih penting dari pengetahuan, karena fantasi mampu meningkatkan pengetahuan dan juga mampu mencipta. Juara Ginting cs mampu berfantasi menciptakan dan mementaskan nyanyian Beidar, sikambing hutan yang malang. Bencana alam yang meninggalkan kisah sedih seekor kambing hutan yang sangat langka di dataran tinggi Karo dengan meletusnya gunung Sinabung.

    Pertunjukan kultur Karo ini sebagai salah satu dari kultur budaya dari Sumatera Utara, acara mana juga sudah sering diadakan oleh penggiat kultur budaya Karo di Belanda sebelumnya, menandakan bahwa orang-orang Karo di Belanda walaupun sudah jauh dari daerah Karo masih tetap berusaha manampilkan dan memperkenalkan budaya daerah asal-usulnya ke panggung internasional khusunya dihadapan orang-orang Belanda.

    Acara ini sebagai bagian dari ‘soft diplomacy’ Indonesia, pastilah menghasilkan banyak arti positif dalam meningkatkan hubungan erat, bersahabat dan saling bantu antara kedua negeri Belanda dan Indonesia.

    Ini menandakan juga bahwa akar tempat berpijak (kultur dan daerahnya) bagi orang-orang Karo perantau di Belanda masih tetap dihargai dan dijunjung tinggi. Akar yang kuat bikin orang berdiri tegak dan kukuh, dan fantasi tinggi menciptakan sayap untuk bisa terbang tinggi.

    MUG

Leave a Reply