Warga Karo Antusias Sambut HUT RI 69

2
181

kemerdekaan 2BRANDY KARO SEKALI. KABANJAHE. Kesadaran dan rasa nasionalisme warga Karo memang tak pernah lekang dari masa ke masa. Hal tersebut terlihat dari antusiasme warga Taneh Karo dalam menyambut datangnya Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI yang jatuh pada 17 Agustus 2014 mendatang di Kabanjahe dan Berastagi.

Dari pantauan Sora Sirulo, sejumlah acara terlihat mulai digelar di daerah ini. Sejak dari penerimaan pawai Taman Kanak-kanak (TK) dan SD dari kelas 1-6 yang telah dilakukan oleh pihak Pemkab Karo semalam [Kamis 14/8]. Pemkab Karo akan melakukan serangkaian acara lainnya pada [Sabtu 16/08], yakni Pengukuhan Paskibraka, Penerimaan Taptu/ Pawai Obor dan berbagai rangkaian kegiatan lainnya.

Sekolah-sekolah di Kabupaten Karo, mulai dari tingkat TK hingga SMA, dalam beberapa minggu terakhir tampak secara rutin melakukan latihan Paskibra dan drumband. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pawai drumband akan dilaksanakan secara bersama-sama tepat pada HUT Kemerdekaan oleh setiap siswa, khususnya di Berastagi dan Kabanjahe. Berbagai kegiatan perlombaan juga telah dipersiapkan oleh para siswa, mulai dari perlombaan lari goni, panjat pinang, tarik tambang dan lain sebagainya.

Meski saat ini Taneh Karo sedang berduka oleh bencana erupsi Gunung Sinabung yang belum juga ada tanda-tanda berhenti, ditambah lagi mewabahnya hama lalat buah yang menyengsarakan para petani jeruk di Kabupaten Karo, semuanya seolah terlupa dengan momen menyambut HUT Kemerdekaan RI ke 69 ini.

“Leluhur Suku Karo adalah para pejuang. Wajar bila kita sebagai generasi penerus mereka sangat antusias menyambut kedatangan HUT Kemerdekaan yang sebentar lagi akan kita peringati untuk ke-69 kalinya,” ujar salah seorang warga Kabanjahe bermarga Sembiring kepada Sora Sirulo [Jumat 15/8].

Sembiring juga mengatakan, meski saat ini sedang terjadi berbagai permasalahan di Kabupaten Karo, khususnya bencana erupsi Gunung Sinabung yang belum berhenti hingga kini ditambah berbagai permasalahan lainnya seperti serangan hama lalat buah yang kian menyengsarakan petani jeruk, niat warga Karo belum surut untuk tetap memeriahkan HUT Kemerdekaan.

“Kita sebagai warga Karo harus tetap merayakan HUT Kemerdekaan secara antusias dan sekaligus menjadikan momen ini sebagai refleksi diri,” ujar Sembiring mengakhiri.

Seperti diketahui, Taneh Karo adalah salah satu daerah di Indonesia yang banyak melahirkan para pejuang pemberani dan militan pada masa sebelum Kemerdekaan. Pada masa merebut Kemerdekaan Indonesia, diperkirakan ratusan pemuda gugur dalamusia belasan dan puluhan tahun dari daerah ini. Mereka gugur dalam merebut dan mempertahankan Kemerdekaan RI di Agresi Belanda. Sebagai buktinya adalah Makam Pahlawan Kabanjahe, dimana tempat sebagian para Pahlawan Pemuda Karo dimakamkan dan merupakan salah satu Makan Pahlawan terbesar di Indonesia.

 

2 COMMENTS

  1. “Kesadaran dan rasa nasionalisme warga Karo memang tak pernah lekang dari masa”, kesimpulan yang pasti disetujui oleh semua orang Karo dan juga semua pejuang kemerdekaan Indonesia. Kepahlawanan dan perjuangan orang Karo dan pemuda-pemudanya juga dihargai tinggi dan dipuji oleh wk presiden Hatta dalam uratnya 1948 menyatakan orang Karo pahlawan melawan penjajah Belanda.

    Orang Karo sejak kedatanganna ke daerah Karo Sumatera Timur, karena merammpok daerah Karo mau dijadikan perkebunan karet dan tembakau, dan langsung dilawan dan berperang dengan Datuk Sunggal Surbakti 1872. Perang ini disebut oleh Belanda ‘Batak Oorlog’. Karena kedunguannya atau karena politik pecah-belahnya, atau karena bermaksud menghina dengan istilah ‘Batak’ maka orang Karo disebut Batak, dan perang itu perang ‘Batak’, padahal perang itu adalah perang orang Karo bukan orang Batak.

    Daerah yang dipersengketakan adalah daerah orang Karo di Sumatera Timur(Langkat dan Deli) yang disewakan oleh sultan Deli ke orang Belanda jadi perkebunan. Perang ini sangat lama dan terlama dalam sejarah perang kemerdekaan Indonesia. Perang menentang Belanda ini bahkan ditreruskan sampai tahun-tahun agresi 1 dan 2, banyak bangsal-bangsa tembakau Belanda di dibakar dan dihancurkan, sehingga pemusatan kekuatan milter Belanda berada di Sumtim sekitar Medan.

    MUG

  2. Mejuah-juah Sora Sirulo…
    Saran :
    Tolong dibuat edisi khusus di facebook tempat wisata yg ada ditanah karo, dgn sedikit cerita tentang keindahan tempat wisata, agro wisata dan info musim buah-buahan di tanah karo, untuk menambah wisatawan kedaerah kita, sy akan dgn bangga ikut share di akun facebook sy.
    mejuah-juah kita kerina, ras tambah maju berita Sora Sirulo

    Pelawi
    Batam

Leave a Reply