Kolom M.U. Ginting: ISIS, KEGELAPAN DAN KETERBUKAAN

0
232

M.U. GintingAbu Bakar Ba’asyir (abb) mau ditarik oleh ISIS tetapi kelihatannya ABB tidak mau, karena tidak yakin atau karena tidak sepenuhnya meyakini atau mencurigai siapa dibelakang organisasi itu.

abu bakar basyir 4

“Bukti ISIS itu tidak ada, saya serahkan atribut ISIS dan apapun yang berkaitan dengan ISIS,” kata Chep Hermawan menirukan ucapan Ba’asyir.

Gerakan Ba’asyir pernah ada pada abad lalu dan permulaan Reformasi ketika era KEGELAPAN berlaku ketat, tetapi sudah mulai hilang DITELAN JAMAN, dengan datangnya era KETERBUKAAN, diskusi dan debat dengan argumentasi ILMIAH apa saja yang mau dikedepankan atau diperjuangkan. Semua gerakan perjuangan politik dan perjuangan untuk keadilan harus mengikuti cara era Abad 21. Ini semua terjadi karena adanya perubahan KESADARAN manusia, bukan karena kehendak perorangan atau kehendak pemimpin tertentu.


[one_third]Sikap jujur dan serius pada orang Karo[/one_third]

Gerakan Pencerahan KBB (Karo Bukan Batak) di bidang pelestarian kultur/budaya, sosial, politik, ekonomi dan pemekaran daerah, adalah salah satu diantaranya. Semakin transparan semakin berhasil karena semakin banyak yang mengetahui dan memahami sikap jujur dan serius pada orang Karo dengan perjuangan keadilannya demi kemajuan dan perkembangan semua daerah NKRI dalam keindahan keragaman Bhinneka Tunggal Ika.

Menghadapi jaman ini, gerakan lama ABB sudah tak kuat, termasuk yang diinginkan dan diharapkan sebagai penerus atau penggantinya yaitu ISIS juga tak mungkin kuat bertahan menantang TRANSPARANSI DUNIA. ISIS bermaksud nebeng saja, dengan harapan ABB mau jadi PRESIDENnya. Tetapi ABB dan gerakan gelapnya sudah dikubur jaman tak bisa lagi menyesuaikan diri dengan perkembangan KESADARAN manusia sekarang. Karena ABB tak mau lagi digunakan maka ”Chep Hermawan mengaku menjadi pemimpin ISIS Regional Indonesia agar organisasi tersebut dapat dikendalikan dan tidak diambil orang radikal”, katanya.

Agaknya Chep Hermawan sudah juga yakin atau setengah yakin bahwa menjalankan politik ISIS di Indonesia seperti membunuhi orang etnis-etnis minoritas di Irak sudah tak bermasa depan di Indonesia dan pasti akan ditindak habis kalau mau coba-coba, sebab dianggap kriminal di negeri ini. Seluruh rakyat juga membuka persoalannya di atas meja sebagai bagian nyata dari proses perkembangan dunia, politiknya, ekonominya serta juga ideologi masyarakatnya.

Semua TERBUKA, semua BERKATA.

Leave a Reply