Aqua dan Warga Doulu (Bagian 2)

4
358

herlina 3Oleh: Herlina Surbakti (Medan)

 

Sementara, kelas bahasa Inggris pun terus berlangsung. Kira-kira sebulan yang lalu ada seorang penduduk Desa Doulu yang bernama Posman Surbakti datang kepada saya di rumah kepala desa. Dia menanyakan program apa saja yang akan kita lakukan.

Ide pun semua saya keluarkan termasuk salah satu adalah mengembangkan parawisata di Desa Doulu termasuk mengaktifkan kembali Pemandian Lau Sidebuk-debuk. Untuk Program ini, kami akan memberdayakan anak-anak muda setempat. Arahnya adalah membangun Doulu dan Rajaberneh menjadi desa pariwisata.

Dua minggu lalu, Posman Surbakti menemui saya kembali dan dia mengatakan MOU dengan Yayasan SOI akan ditandatangani segera setelah Lebaran. Karena mereka selama ini tidak mempedulikan keperluan masyarakat desa, Kepala Desa menganggap orng-orang ini datang untuk pembodohan penduduk desa.

Kemarin saya datang untuk mengajar lagi dan bertemu lagi dengan Pak Amos Ginting. Beliau memberitahu saya bahwa dia sudah diundang untuk menghadiri rapat dengan SOI. Beliau tidak menghadiri undangan tersebut. Menurut Kepala Desa, undangan itu adalah untuk menandatangani persetujuan MOU yang dia sendiri tidak tahu apa isinya. Rencananya akan ditandatangani tanggal 20 Agustus ini, akan dihadiri oleh Pemda dan Bupati Karo. Mengapa Kepala Desa keberatan? Menurut dia orang-orang Medan yang datang ke desa ini cuma mau membodohi mereka.

herlina 17Tahun lalu, mereka memberi 50 anak ayam kepada setiap keluarga. Tahun ini anak-anak desa disuruh membersihkan sungai petani dengan imbalan setengah bungkus nasi (porsi anak). Ini saya lihat sendiri. Dengan cuaca buruk dan dingin serta pakaian yang basah setengah porsi di Medan tidak akan mengenyangkan bagi anak-anak SD/SMP. Sesudah bersih-bersih mereka datang lagi membuat sebuah kolam ikan lele dan peternakan madu. Untuk ini, tidak semua warga desa yang dilibatkan. Ini membuat penduduk Desa Dolu jadi terbelah. Kepala Desa menghubungi kepala CSR Aqua yang baru yang bernama Erson Siringo-ringo dengan meminta data secara lisan tentang proyek yang pernah didanai Aqua sebelumnya.

Jawabannya adalah tidak ada data. Sebelum Erson Siringo-ringo, jabatan ini diduduki oleh Johnson Hutabarat. Seperti rencana kepala desa semula, bantuan ini akan jauh lebih positif kalau sumber daya manusianya juga ditingkatkan dan dana itu bukan menjadi ajang korupsi oleh orang-orang yang terlibat. Menurut kepala desa, Aqua sudah meneluarkan uang yang banyak untuk Desa Doulu dan demikian juga sebaliknya Aqua sudah memperoleh uang yang banyak dari desa mereka, tetapi tidak ada proyek yang membekas bagi penduduknya.

Satu lagi yang diinginkan oleh Kepala Desa, anak-anak Desa Doulu bisa dididik dan dilatih supaya dapat bekerja di perusahaan di kampungnya sendiri dan tidak didominasi oleh orang luar Taneh Karo. Jadi, tidak masalah siapapun yang mengelola asal transparan keuangannya dan proyek ini bermanfaat bagi warga Dolu dan Rajaberneh (Selesai).

Berita Terkait: Aqua dan Warga Doulu (Bagian 1)

4 COMMENTS

  1. Sudah lama saya mencari informasi terkait sumbangsih Aqua untuk warga tanah karo khususnya warga Doulu, dan melalui artikel ini saya jadi tau bahwa masih minim yg diberikan oleh Aqua.

    Mestinya perusahaan sebesar Danone sudah memiliki program CSR yang mumpuni dengan terlebih dahulu melakukan social mapping apa yg menjadi kebutuhan masyarakat Doulu sebagai stakeholder yang paling dekat dengan perusahaan (ring 1 perusahaan) dan masyarakat Karo utk skala yg lebih luas.

    Masukan saya ke “Miss Karo” agar dapat membuat gerakan partisipatif bersama pemuda/warga Doulu untuk dapat berdiskusi dengan manajemen Aqua, tentunya harus di mediasi oleh Pejabat setempat agar dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan solusi program yg dapat dijalankan bersama.

    Mewajibkan Aqua agar membuat social mapping, yang didampingi oleh warga, sehingga program CSR yang dibuat tidak hanya sekedar menguntungkan perusahaan tapi dapat dirasakan manfaatnya bagi warga Doulu untuk jangka panjang, terutama dalam peningkatan sumber daya manusia dan ekonomi masyarakat Doulu.

    Usulkan program yang bersifat jangka panjang (ekonomi dan pendidikan), dan minimalisir program yang bersifat charity (bantuan lepas)

    Meminta laporan pelaksanaan program secara periodik, sehingga dapat dipantau realisasinya (saya kira Pemda cq. Dinas Penanaman Modal dapat meminta laporan ini ke Aqua).

    Semoga berhasil, bujur

  2. Sangat bagus artikel ‘Miss Karo’ ini, satu contoh kegiatan menentang ketidakadilan atau pembodohan atas orang Karo penduduk Doulu. Perjuangan Miss Karo adalah perjuangan semua orang Karo dan khususnya penduduk Doulu.
    Orang-orang Batak ini pastilah membodohi orang Pusat kalau Karo adalah Batak dan orang Batak pada diangkat jadi ‘tukang membodohi’ rakyat Karo karena Pusat mengganggap mereka sama suku dengan Karo. Ini salah satu KERUGIAN karo dibatakkan, dan sebaliknya populernya Karo Bukan Batak akan menyelamatkan Karo dari penipuan seperti diatas. SDA Karo bukan SDA Batak. Taneh Karo tak ada sangkut pautnya dengan Tano Batak.

    Harus terus dibebejeti kecurangan dan pembodohan mereka ini sampai mereka KELUAR dari Taneh Karo. Terus tulis dan terus katakan. Tak ada dan tak perlu ada KEGELAPAN dalam exploitasi SDA Karo. Keterbukaan dan Transparansi, terus dibongkar dan dibelejeti maksud-maksud busuk orang-orang Batak ini. Dibelejeti terperinci dan mendeteil, sehingga rakyat banyak mengerti.

    TERUS KATAKAN DAN TERUS TULISKAN. Gunakan semua media, internet maupun offline. Terbitkan selebaran tercetak! Pencerahan untuk penduduk Karo di Doulu sekitarnya dan juga seluruh orang Karo, di Indonesia dan LN.

    Kumpulkan sebanyak mungkin semua kebusukan Perusahaan maupun orang-orang Batak ini. SDA Karo harus mengutamakan orang Karo, kalau tidak tutup saja.
    Dan satu waktu akan dibuka oleh orang Karo sendiri.
    Apakah penipuan dan pembodohan ini ada hubungannya dengan ‘kematian’ pemerintah daerah Karo?

    MUG

Leave a Reply