Puisi: DERITAKU BAHAGIAKU

2
356

Oleh: Berty Milala (Perawang)

 

 

kiranting.1.

 

 

Waktu itu,

Usiaku 10 tahun

Hidup di tengah keluarga jauh di bawah miskin

 

Miskin ekonomi, miskin kasih sayang dari seorang ayah

Miskin pendidikan, miskin pergaulan

 

Kawan seusia masih di dunia bermain

Diriku sudah penuh tanggungjawab

 

Bangun pagi memasak

Ibu pergi ke ladang mengejar kerja

 

Aku pergi sekolah

Dengan pakaian seadanya

Orang bersepatu diriku kaki ayam

Orang bertas diriku bawa buku tanpa tas sekolah

Pulang sekolah langsung ke ladang

Makanan sudah dibawa ibu ke ladang

 

Sore hari pulang ke rumah

Menjunjung kayu api dan makananan ternak

 

Tiba di rumah, mandi, masak

Lalu, belajar sambil memasak makanan ternak

 

Hari berganti minggu. minggu ke bulan, bulan berganti tahun

Tamat SD, merantau keluar kampung

Mencari orang

Yang mau terima tenaga

Imbalannya, mau menyekolahkanku ke SMP

Puji Tuhan, ada satu keluarga mau terima

 

Hari-hari aku di sana

Mereka punya anak 3

Kelas 4 SD, kelas 1 SD dan yang kecil umur 4 tahun

Pekerjaanya jual daging di Pekan Kaban jahe

Rumahnya besar dan mewah

Punya ternak lebih 100 ekor BABI

 

Aku bangun jam 3 pagi

Ikut memotong ternak tuk jual ke pasar

Jam 6 pagi, masak dan mengemas adik-adik ke sekolah

Sambil bersih-bersih rumah

Baru, aku berangkat sekolah

 

Pulang sekolah

Makan, ke pasar, jualan hingga malam

 

Usai jualan

Ke rumah, makan di Kabanjahe

Karena sekalian mengutip hasil penjualan daging

 

Ke rumah jam 10 malam

Tidur

Dan bangun lagi jam 3 pagi

Begitu selama 6 tahun

 

Hingga tamatlah sekolahku, SMA

Terimakasih saudaraku

Berkatmu aku punya ijasah SMA

Libur sekolah diriku tak pernah rasa indahnya pulang kampung

Mereka bilang, waktu liburlah aku kerja untuk mereka

Sungguh, aku tak pikir

Kenapa bisa lewati ini, KAWAN.,,!!?

 

Tamatnya diriku

Jadi alasan pamit

Kucoba uji nasib di Tanah RIAU ini

Bekerja di sebuah perusahaan

 

Ternyata

Kebutuhan mereka yang pertama adalah TENAGA

Jika kuat dapat hasil banyak

Karena kerjanya borongan

Akulah orangnya, pikirku

 

Bangun pagi akulah jagonya

Bekerja mengangkat beban akulah juaranya

Ternak babi 80 kg kugendong

 

Yahhh …..

Di sini, kertas masih menggunakan lori

Hay…. hay …. 200 kg juga bisa kugeser

 

Sahabatku,

2 tahun diriku karyawan borongan

Tahun 98 sudah punya gaji 2 jt 500 sampai 3 jt

Aku bagaikan di surga

Orangtuaku yang dulu naik Sinabung Jaya

Kini, dia datang ke Pekanbaru dengank bus Makmur

“Ada TVnya,” katanya,

 

Hahaha …..

2 kali dalam satu tahun

 

Sungguh aku bangga dengan deritaku

Kini aku bisa dewasa dalam penderitaan

Deritaku bahagiaku

 

2 COMMENTS

  1. Salam sejahtera Mjj !!! Puisinya sangat mengena di hati dan dapat menjadi insprasi dalam menuju tujuan atau saya katakan untuk menuju cita2 dan dapat menjadi contoh yg kongkrit bagi perjuangan generasi penerus tekun dan tdk mengenal lelah untuk mencapai suatu tujuan dan terfocus dlm target yg telah di tempa dalam diri untuk menjadi kan nyata kehendak istilahnya KONSISTENSI harus berjalan dalam jalur nya sehingga perjalanan untuk mencapai tujuan dapat di evaluasi sehingga tidak keluar dari jalurnya dan sampai pada target yg telah di kehendaki,Bujur T.ANTONIO SURBAKTI ,Melbourne /Australia.

  2. MJJ !!1 Sangat berkesan puisinya dan dapat menjadi insperasi bagi oarng2 yg membaca nya dan menjadi pelajaran bagi generasi penerus harus berjuang dengan tidak mengenal lelah dng cita2 terfokus untuk mencapai target AKU HARUS BERHASILdan suatu waktu aku harus mencapai cita2 ku dan punya KONSISTENSI dalam mencapai tujuan .Bujur ,T.Antonio Surbakti

Leave a Reply