Pemuda Karo Medan Kunjungi Istana Maimun

2
422
maimun 2
Di Giriten Nini Mariam Puntung (klik foto untuk ukuran besar)

alexander firdaustALEXANDER FIRDAUST. MEDAN. Puluhan Pemuda dan Mahasiswa dari berbagai universitas di Kota Medan yang menamakan diri Pemuda Karo Medan (PKM) mengunjungi Istana Maimun di Jl. Brigjen Katamso Medan [Senin 15/9]. Tujuan kunjungan PKM ke Istana Maimun ini dalam rangka melihat salah satu situs Karo yang berada di areal seputaran istana, yaitu bangunan geriten yang dipergunakan sebagai tempat Meriam Puntung.

Seperti diketahui, bangunan geriten yang mirip dengan rumah adat Karo tersebut secara turun temurun sudah terdapat di lingkungan Istana Deli. Konon, menurut kabarnya, geriten ini dibangun oleh para Raja Karo yang dipergunakan sebagai hadiah kepada Sultan Deli atau tepatnya dari pihak kalimbubu kepada pihak anak beru. Dalam hal ini, raja-raja Karo, khususnya pihak Datuk Sunggal adalah pihak kalimbubu/ulun jandi dari pihak kesultanan Deli.

Kedatangan Pemuda Karo Medan ke Istana Maimun disambut baik oleh pihak istana yang diwakili oleh Tengku Bohar. Pria yang mengaku bermerga Sembiring dan menikah dengan beru Tarigan Tambak tersebut menyatakan, baru pertama kali inilah ada sekelompok pemuda Karo yang berkunjung ke Istana Maimon.

“Sudah lama kami pihak Istana Maimun menantikan kedatangan masyarakat Karo untuk melihat geriten nini Meriam Puntung ini. Baru kalianlah yang pertama kalinya berkunjung. Selaku pihak Istana, kami sangat mengapresiasi kedatangan abang dan adek semuanya,” ujarnya.

Sementara itu koordinator Pemuda Karo Medan (Denh Sembiring Maha) mengaku, kunjungan yang dilakukan ke Istana Maimun adalah dalam rangka memupuk kecintaan dan kepedulian generasi muda akan peninggalan sejarah budaya, khususnya sejarah keberadaan Suku Karo di Kota Medan dan salah satunya terdapat di lingkungan Istana Maimun dengan keberadaan geriten Karo di sana.

maimun 4
Di dalam Istana Maimun (klik foto untuk ukuran besar)

“Kunjungan Pemuda Karo Medan yang kita lakukan ke Istana Maimun adalah dalam rangka memupuk kecintaan dan kepedulian generasi muda akan peninggalan sejarah budaya, khususnya sejarah keberadaan Suku Karo di Kota Medan,” ujar Denh Maha kepada Sora Sirulo.

Lebih lanjut Denh Maha juga mengungkapkan, kunjungan Pemuda Karo ke Istana Maimun adalah sekaligus ingin mengetahui lebih lanjut tentang keterkaitan Suku Karo dengan Suku Melayu Deli.

“Selama ini kita mengetahui antara Suku Karo dan Melayu Deli masih memiliki hubungan darah. Oleh sebab itu, kedatangan kita ke Istana adalah sekaligus memperjelas hubungan antara Suku Karo dan Melayu Deli itu,” ujarnya.

Mendampingi Pemuda Karo Medan, beberapa pemerhati Karo juga turut hadir dalam kunjungan tersebut, diantaranya Steven Amor Tarigan dan Suyato Tarigan. Keduanya juga tampak sangat antusias dapat hadir bersama Pemuda Karo Medan untuk melihat keberadaan geriten dengan arsitektur rumah adat Karo yang terdapat di lingkungan Istana Maimun

2 COMMENTS

  1. Inisiatif ini sangat bagus dan bermanfaat sekali, dan tepat momentnya. Karo sedang dalam keadaan ‘terpaksa’ menunjukkan existensinya dimana saja dan dalam lapangan apa saja. Kelihatannya memang tak ada jalan lain untuk menunjukkan dan memperkenalkan ke seluruh nusantara dan dunia bahwa suku Karo dalam sejarahnya sangat mengagumkan.

    Dengan terbukanya Karo sebagai etnis mandiri dan yang punya sejarah sebagai suku tertua dengan budaya tertua pula (7400 tahun penemuan arkeologi Kebayaken Gayo) dan dengan catatan sejarahnya yang tak ada duanya sebagai satu suku besar dan jaya pada zamannya di Sumatera, perlu terus ada kegiatan apa saja untuk menandakan kebesaran Karo sejak ratusan/ribuan tahun ini. Kebesaran dan kebesaran Karo masa lalu harus selalu diinformasikan, diperkenalkan, kalau tidak hilang begitu saja seperti masa-masa lalu terutama masa Orba. Ini terutama penting bagi generasi muda Karo.

    Karo sangat beruntung punya sejarah begitu besar dan juga kepahlawanannya melawan penjajahan diberi penghargaan besar oleh wk presiden Hatta 1948.
    Inisiatif ini merupakan trobosan baru dan berkwalitas tinggi dalam pranan seperti ini.

    Usahakanlah supaya tiap organisasi sosial Karo tidak pasif hanya pengurusnya lengkap, tetapi bikin satu trobosan apa saja untuk lebih menambah lagi pencitraaan terutama yang ada sangkut pautnya dengan sejarah masa lalu. maupun yang ada hubungannya dengan perjuangan aktual Karo sekarang, seperti pertunjukan budaya/kultur Karo di Belanda oleh orang-orang Karo disana.

    Dalam artian yang lebih aktual, penggiat KBB terus menjalankan tugas-tugasnya, membelejeti semua politik asak-asak lembu orang Batak seperti Aqua Doulu, Kuta Pengkih, Juma Tombak, 9 desa Bangunpurba , Tahura dst.

    Memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan adalah tugas suci orang Karo, sesuai dengan filsafat hidupnya, kemenangan untuk semua manusia. Tetapi kita tak bisa berbuat apa-apa kalau kita sendiri sudah dikalahkan lebih dulu dalam ethnic competition sehari-hari, terlihat pada era lalu. Sekarang kita tunjukkan kalau kita bisa, dan tak kita biarkan diri kita dikutak-katikkan atau ditindas atau dibodohi seperti masa-masa lalu.

    Walaupun masih banyak usaha pembodohan Karo seperti si Aqua Doulu, tetapi kita sudah menunjukkan perlawanan dan mampu mengobrak-abrik si pembodoh itu.

    MUG

Leave a Reply