Tanda-tanda Stres dan Penanganannya

1
198

Dr. Lahargo Kembaren SpKJ (psikiater)

Kepala SMF Psikiatri RS Marzoeki Mahdi, Bogor

 

lahargo 1.Kehidupan modern saat ini menuntut segala sesuatu lebih cepat sehingga menyebabkan munculnya berbagai tekanan dalam hidup. Masalah di tempat kerja, kuliah, sekolah dan keluarga yang menuntut suatu penyelesaian menyebabkan seseorang dalam keadaan frustasi dan tertekan sehingga memunculkan berbagai gejala stres. Sebenarnya, stres dalam jumlah yang kecil dan singkat bisa membuat performa kita menjadi lebih baik.

Contoh: stres dalam tugas di kantor membuat kita lebih giat menyelesaikan sehingga kemampuan dan keterampilan kita menjadi meningkat, stres karena akan menghadapi ujian membuat seorang mahasiswa belajar dengan lebih sungguh dan mengatur waktu sebaik-baiknya.

Jadi, stres ada 2 bentuk, yang positif (disebut juga eustress) membuat seseorang menjadi pribadi yang lebih baik, dan yang negatif (distress) yang menyebabkan munculnya berbagai masalah psikologis yang menyebabkan terganggunya fungsi dan produktivitas.

Setiap orang akan memberikan respons stres yang berbeda dalam menghadapi stresor yang terjadi dalam hidupnya. Respon stres ini sebenarnya bertujuan menyelamatkan kita, memberikan kita kesiapsiagaan dalam menghadapi suatu tantangan. Pada saat sedang stres, tubuh mengeluarkan berbagai hormon seperti kortisol dan adrenalin yang membuat jantung berdetak lebih cepat dan kuat, meningkatkan aliran darah, mengencangkan otot-otot, dan menyiagakan seluruh panca indera.

Ini semua terjadi agar kita siap menghadapi ancaman/tantangan yang ada di depan kita. Ini membuat kita kuat berdiri saat presentasi, membuat kita bisa lebih konsentrasi dalam belajar daripada menonton TV, membuat kita berlari lebih kencang dalam sebuah perlombaan. Jadi, sebenarnya, stres cukup baik juga, ya, bagi hidup kita.

Namun begitu, stres ternyata juga bisa berdampak negatif apabila terjadi dalam porsi yang lebih besar dan waktu yang lebih lama. Beberapa gejala stres yang negatif antara lain adalah :

  1. stress 2.Gejala kognitif :
    1. Masalah memori
    2. Sulit berkonsentrasi
    3. Membuat keputusan yang buruk
    4. Hanya melihat dari sudut pandang yang negatif
    5. Rasa cemas terhadap berbagai hal yang terus menerus muncul
  2. Gejala fisik :
    1. Gatal/nyeri di berbagai bagian tubuh
    2. Diare / sulit buang air besar
    3. Mual dan pusing
    4. Nyeri dada dan jantung berdebar
    5. Hasrat seksual yang menurun
    6. Terasa dingin di ujung jari
  3. Gejala emosi :
    1. Mood yang labil
    2. Mudah emosi/marah/tersinggung
    3. Gelisah, tidak bisa tenang
    4. Merasa sendirian dan terisolasi
    5. Depresi, sedih, perasaan tidak gembira
  4. Gejala perilaku :
    1. Nafsu makan meningkat / menurun
    2. Sulit tidur / terlalu banyak tidur
    3. Tidak mau bersosialisasi/bergaul
    4. Menunda-nunda pekerjaan dan tanggung jawab
    5. Menggunakan alkohol, merokok, narkoba untuk mencoba rileks
    6. Perilaku cemas: menggigit kuku, mondar mandir, melirik kiri kanan

Apabila ditemukan gejala-gejala seperti di atas berarti, gejala negatif stres sedang menghinggapi kita. Ini hal yang kurang baik, ada yang tidak pas dengan keseimbangan mental kita dan perlu dilakukan intervensi agar bisa kembali normal. Manajemen stres adalah cara kita menghadapi dan mengelola stresor yang sedang kita hadapi, yang dapat dilakukan dengan cara :

  1. Avoid (hindari) : apabila memungkinkan kita hindari sumber stresor yang menyebabkan kita stres.
  2. Alter (rubah) : apabila kita tidak bisa menghindarinya maka kita bisa coba merubahnya, coba libatkan orang lain dalam menghadapi stresor yang sedang kita hadapi
  3. Adapt (beradaptasi) : Saat stresor tidak bisa dihindari dan dirubah maka kita bisa mengatur respon kita terhadap stresor tersebut ke arah yang lebih positif. Fokus pada hal-hal yang menggembirakan dan menyenangkan dari pekerjaan kita tersebut
  4. Accept (terima) : belajar untuk menerima suatu keadaan dalam hidup kita meski itu rasa menyakitkan dan menyedihkan, tetapi itulah bagian warna warni kehidupan kita. Pelajari hikmah yang kita dapatkan dari kejadian ini.

Beberapa tips yang bisa dilakukan dalam mengelola stres adalah :

  • Lakukan relaksasi otot dan mengatur pernafasan sehingga tubuh terasa rileks setiap kali merasa stres
  • Lakukan olah raga yang teratur
  • Makan makanan yang sehat dan bergizi, hindari makanan dengan banyak bumbu penyedap, pengawet dan pewarna yang berlebihan
  • Tidur yang cukup setiap harinya
  • Beribadah dan berdoa akan membuat kita merasa tenang dan jauh dari stres

Mari kita kenali gejala stres dan lakukan manajemen stres yang baik agar hidup tetap bisa berwarna dan ceria. Semangat menjalani hidup dan jauh dari efek negatif stres. Salam sehat jiwa

1 COMMENT

  1. Bagus sekali penjelasan Pak Kembaren ini, kita merasa terkena dalam diri kita sendiri. Bahasanya juga sangat praktis, semua bisa mengerti.

    Bujur
    MUG

Leave a Reply